Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Kolombia Tuduh Israel Dorong Maroko Picu Krisis Ceuta

Presiden Kolombia Tuduh Israel Dorong Maroko Picu Krisis Ceuta
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Kolombia Gustavo Petro menuduh Maroko sengaja memicu krisis migrasi di Ceuta atas desain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan ribuan warga Maroko memasuki wilayah Spanyol.
  • Petro menyatakan krisis tersebut bertujuan merusak pemerintahan sayap kiri Spanyol, serta menuding Israel ingin mengganggu demokrasi progresif Eropa dan telah merampas kemerdekaan Palestina.
  • Dalam kunjungan kenegaraan terakhirnya ke Kuba, Petro menolak perang, ancaman rudal, invasi, dan blokade di Karibia; ia mendorong penyelesaian masalah keamanan secara manusiawi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengungkapkan bahwa pemerintah Maroko sengaja mendorong picu krisis migrasi di Ceuta. Menurutnya, Maroko mengikuti desain yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Sejak pekan lalu, wilayah terluar Spanyol di Afrika, Ceuta sudah dibanjiri imigran ilegal dari Maroko. Insiden ini membuat beberapa negara Eropa mendorong penangguhan Spanyol dalam keanggotaan Schengen. 

1. Sebut krisis migrasi untuk merusak pemerintahan sayap kiri Spanyol

Bendera Spanyol.
ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/harlynkingm)

Masuknya ribuan imigran Maroko di Ceuta didorong oleh keturunan diktator Spanyol, Francisco Franco. Menurutnya, insiden ini bertujuan memberi kejutan seperti pada insiden di Spanyol pada 1936. 

“Spanyol harus mengingat sejarahnya ditulis dengan darah, mereka ingin membawa fasisme ke rakyat Spanyol dan rakyat Spanyol harus menolaknya. Sedangkan peradaban Arab harus berkata insiden serupa tidak boleh terjadi lagi,” tuturnya, dikutip dari Democrata, Senin (3/8/2026). 

Presiden Kolombia itu menyebut, Netanyahu yang sengaja mendorong insiden ini. Menurutnya, Netanyahu yang membayar ribuan warga Maroko untuk bermigrasi ke Spanyol. 

2. Petro dorong kebebasan di Palestina dan demokrasi di Maroko

ilustrasi bendera Palestina
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/muaaz)

Petro menambahkan bahwa rakyat Maroko harus mendapatkan hak demokrasi yang sebenarnya. Ia menyebut bahwa warga Arab Maroko harus mempertahankan budaya Islam yang cinta damai dan mendorong dialog. 

Dilansir De Ultimo Minuto, tak hanya ingin merusak Maroko, Petro menuding Israel berniat untuk merusak demokrasi progresif di Eropa. Menurut Presiden Kolombia itu Palestina juga sudah hancur dan kemerdekaannya direbut sepenuhnya oleh Israel. 

3. Petro berkunjung ke Kuba dan suarakan perdamaian di Karibia

Presiden Kolombia, Gustavo Petro.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pada Jumat (31/7/2026), Petro mengadakan kunjungan kenegaraan ke Havana, Kuba. Lawatan ini menjadi kunjungan kenegaraan terakhirnya sebagai presiden Kolombia sebelum resmi berakhir pada 7 Agustus 2026. 

Dilansir Telesur, dalam kunjungan tersebut, Petro menyuarakan penolakan adanya perang di Laut Karibia. Ia menolak adanya ancaman rudal, invasi, ataupun blokade di Kuba dan mendorong menyelesaikan masalah keamanan secara manusiawi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More