Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Selasa (27/10/2026), mengirimkan 300 tentara ke Kolombia untuk ikut serta dalam latihan militer gabungan. Pengiriman tentara ini dilakukan sebagai bagian meringkus aktivitas penyelundupan narkoba.
Beberapa bulan terakhir, Kolombia dilanda lonjakan kasus kekerasan di bawah kepemimpinan Presiden Abelardo de la Espriella. Sebab, Espriella menarik semua upaya negosiasi damai yang diinisiasi pemerintahan eks Presiden Kolombia, Gustavo Petro dan mendeklarasikan perang kepada gerilya.
Menurut data dari ACLED, sejak Espriella menjabat, konflik antara tentara Kolombia dan gerilya terus meningkat. Pada Agustus, sebanyak 84 orang tewas dalam sebulan dan menjadi yang terburuk sejak dicatat ACLED pada 2018.
