Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Kirim 300 Tentara ke Kolombia di Tengah Maraknya Kasus Kekerasan

2 min read
AS Kirim 300 Tentara ke Kolombia di Tengah Maraknya Kasus Kekerasan
Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/olegivanovpht)
  • AS mengirim 300 tentara ke pangkalan Tolemaida untuk latihan Vanguardia del Sur 2026 bersama Kolombia, guna memperkuat koordinasi menghadapi organisasi kriminal.
  • Kekerasan meningkat sejak Presiden Abelardo de la Espriella menghentikan negosiasi damai dan menyatakan perang terhadap gerilya; Agustus mencatat 84 kematian, tertinggi sejak 2018.
  • Mantan pejabat Cucuta Miguel Castellanos ditembak mati, sementara bom di perbatasan Kolombia-Venezuela melukai tujuh orang dan menutup sementara Jembatan Francisco de Paula Santander.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Selasa (27/10/2026), mengirimkan 300 tentara ke Kolombia untuk ikut serta dalam latihan militer gabungan. Pengiriman tentara ini dilakukan sebagai bagian meringkus aktivitas penyelundupan narkoba.

Beberapa bulan terakhir, Kolombia dilanda lonjakan kasus kekerasan di bawah kepemimpinan Presiden Abelardo de la Espriella. Sebab, Espriella menarik semua upaya negosiasi damai yang diinisiasi pemerintahan eks Presiden Kolombia, Gustavo Petro dan mendeklarasikan perang kepada gerilya.  

Menurut data dari ACLED, sejak Espriella menjabat, konflik antara tentara Kolombia dan gerilya terus meningkat. Pada Agustus, sebanyak 84 orang tewas dalam sebulan dan menjadi yang terburuk sejak dicatat ACLED pada 2018. 

  1. 1. Tentara AS akan bergabung dalam latihan militer di Kolombia

    Tentara Amerika Serikat
    Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/actuallyjoel)

    Sebanyak 300 tentara AS yang dikirim ke Kolombia akan ditempatkan di pangkalan militer Tolemaida, sekitar 100 km dari Bogota. Mereka akan ikut latihan militer bersama tentara Kolombia bertajuk Vanguardia del Sur 2026. 

    Dilansir The Latin Times, Kementerian Pertahanan Kolombia menekankan bahwa kehadiran tentara AS ini akan memperkuat kerja sama militer dan koordinasi antara kedua militer. Menurutnya, latihan militer ini akan mempersiapkan personel dalam melawan organisasi kriminal. 

    Kerja sama pertahanan antara Kolombia dan AS terbentuk setelah Espriella setuju bergabung dalam Shield of the Americas. Namun, belum bisa dipastikan apakah tentara AS akan ikut berpartisipasi dalam melawan penyelundupan narkoba. 

  2. 2. Politikus Kolombia kembali dibunuh

    ilustrasi bendera Kolombia
    ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)

    Sehari sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah Cucuta, Miguel Castellanos ditembak mati oleh orang tak dikenal. Padahal, politikus itu berencana maju sebagai calon wali kota Cucuta pada pemilu daerah. 

    Dilansir Colombia One, Castellanos diserang ketika berada di El Portico, sepanjang jalan lingkar yang menghubungkan Cucuta dan Los Patios. Saat berada di pom bensin dan berbicara dengan seorang pemotor, ia kemudian ditembak. 

    Kekerasan politik di Kolombia terus terjadi setelah pembunuhan kepada calon presiden oposisi, Miguel Uribe Turbay. Ia ditembak saat menghadiri kampanye di Bogota pada 7 Juni 2025 dan akhirnya tewas usai menjalani perawatan selama 2 bulan. 

  3. 3. Bom meledak di perbatasan Kolombia-Venezuela

    Ilustrasi bendera Kolombia.
    Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)

    Pada Selasa pagi, sebuah bom meledak di El Escobal, Cucuta yang menghancurkan kompleks pos bea cukai di Jembatan Internasional Francisco de Paula Santander yang menghubungkan ke Venezuela. Insiden ini membuat jembatan ditutup sementara dan tujuh orang terluka. 

    Sekretaris Keamanan Norte de Santander, George Quintero mengatakan bahwa empat petugas kepolisian terluka dalam serangan bom tersebut dan tiga korban lainnya warga sipil. Berdasarkan dugaan awal, aksi ini disengaja menargetkan petugas keamanan di Kolombia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More