Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, mengatakan bahwa AS tengah menyelidiki laporan mengenai serangan mematikan terhadap sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran. AS sejauh ini belum mengakui bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Iran sebelumnya mengatakan, sedikitnya empat orang tewas dan hampir 70 lainnya terluka setelah serangan AS menghantam sebuah rumah yang sedang mengadakan acara pernikahan di desa Kuhestak, wilayah Sirik, pada Selasa (1/9/2026). Baru-baru ini, media Iran melaporkan bahwa salah satu korban luka, seorang perempuan berusia 22 tahun, telah meninggal dunia di rumah sakit.
"Kami sedang menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin tahu. Jika kami melakukan kesalahan—sekali lagi, ini adalah perbedaan besar antara kami dan Iran—ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya,” kata Vance kepada wartawan pada Kamis (3/9/2026).
