Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Selidiki Serangan Mematikan terhadap Pesta Pernikahan di Iran
Wakil Presiden AS, JD Vance (Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington menyelidiki laporan serangan terhadap pesta pernikahan di Kuhestak, Iran selatan, yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai hampir 70 lainnya.
  • Analisis empat pakar persenjataan menunjukkan kerusakan di Kuhestak konsisten dengan hantaman langsung; tiga pakar menilai amunisi kemungkinan senjata AS, bukan rudal pertahanan udara Iran yang meleset.
  • Iran melaporkan sedikitnya 18 orang tewas dalam serangkaian serangan udara AS pada Selasa, lalu membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Irak, dan Yordania.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, mengatakan bahwa AS tengah menyelidiki laporan mengenai serangan mematikan terhadap sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran. AS sejauh ini belum mengakui bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Iran sebelumnya mengatakan, sedikitnya empat orang tewas dan hampir 70 lainnya terluka setelah serangan AS menghantam sebuah rumah yang sedang mengadakan acara pernikahan di desa Kuhestak, wilayah Sirik, pada Selasa (1/9/2026). Baru-baru ini, media Iran melaporkan bahwa salah satu korban luka, seorang perempuan berusia 22 tahun, telah meninggal dunia di rumah sakit.

"Kami sedang menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin tahu. Jika kami melakukan kesalahan—sekali lagi, ini adalah perbedaan besar antara kami dan Iran—ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya,” kata Vance kepada wartawan pada Kamis (3/9/2026).

1. Serangan di Kuhestak kemungkinan disebabkan oleh hantaman langsung dari amunisi AS

rudal (David Birkas from Budapest, Hungary, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir The Straits Times, seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan, pemerintah sedang meninjau berbagai kemungkinan terkait jatuhnya korban di Kuhestak, termasuk apakah itu disebabkan oleh serangan AS, pantulan dari rudal pertahanan udara Iran atau rudal pencegat yang meleset.

Menurut analisis empat pakar persenjataan militer yang dipublikasikan Reuters, kerusakan yang terlihat dalam video dan foto sesuai dengan dampak hantaman langsung, bukan kerusakan sekunder akibat amunisi yang memantul setelah mengenai sasaran lain.

Tiga dari empat pakar tersebut mengatakan bahwa amunisi yang digunakan kemungkinan merupakan senjata AS, bukan rudal pertahanan udara Iran yang meleset. Sementara itu, seorang pakar lainnya berpendapat bahwa senjata tersebut mungkin hanya meleset dari targetnya.

2. AS dituduh beberapa kali melancarkan serangan terhadap warga sipil di Iran

Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir RFERL, militer AS mengakui mengetahui laporan mengenai serangan di Kuhestak, tetapi bersikeras bahwa pihaknya tidak pernah menargetkan warga sipil. Iran sendiri telah menuduh AS melakukan sejumlah serangan mematikan terhadap warga sipil sejak perang meletus pada 28 Februari 2026.

Serangan paling mematikan terjadi ketika sebuah sekolah dasar putri di kota Minab menjadi sasaran rudal. Menurut pejabat Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 175 anak dan guru. Penyelidikan internal awal militer AS menunjukkan bahwa pasukan AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, Pentagon hingga kini belum merilis hasil penyelidikannya kepada publik.

3. Total 18 orang tewas akibat serangan AS di Iran pada Selasa

Empat korban tewas akibat serangan di Kuhestak dimakamkan pada Kamis. Rekaman video dari kantor berita Mehr memperlihatkan sebuah truk pikap yang membawa peti jenazah berbalut bendera di bawah naungan dedaunan palem.

“Ini adalah jenazah Martir Amir-Mohammad Karimi, seorang anak berusia 4 tahun yang menjadi syuhada dalam serangan terhadap wilayah selatan negara ini oleh rezim kriminal Amerika," kata seorang reporter yang berdiri di depan mobil tersebut.

Dalam video lainnya, para pelayat tampak melemparkan kelopak bunga ke udara diiringi alunan musik duka. Sebuah peti jenazah kemudian dibawa melewati barisan tentara yang berdiri tegap dengan memegang senapan.

"Jika itu adalah lokasi militer, rasanya tidak akan sesakit ini. Ini adalah acara pernikahan, namun mereka mengubah kegembiraan orang-orang menjadi duka," kata warga setempat.

Iran melaporkan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangkaian serangan udara AS pada Selasa, yang diklaim dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Bahrain, Irak, dan Yordania. Aksi saling serang ini merupakan yang terbesar sejak Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article