Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASEAN Hadapi Tantangan Global, RI: Jaga Ketahanan Pangan dan Energi
Menlu RI Sugiono menghadiri Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)
  • Menlu RI Sugiono mendorong ASEAN memperkuat ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok melalui langkah konkret agar kawasan siap menghadapi dinamika global yang makin kompleks.
  • Pertemuan membahas situasi Myanmar dan Laut China Selatan, dengan Indonesia menegaskan pentingnya implementasi Five-Point Consensus serta dialog inklusif untuk menjaga stabilitas kawasan.
  • Sugiono mengajak negara anggota ASEAN menjaga persatuan dan kerja sama di tengah gejolak global demi memperkuat ketahanan serta melindungi kepentingan masyarakat kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong ASEAN memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap masyarakat di kawasan.

Pesan tersebut disampaikan Sugiono dalam sesi Retreat Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) di Manila, Filipina, Selasa (21/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri ASEAN bertukar pandangan mengenai perkembangan global dan berbagai isu strategis kawasan, termasuk situasi di Myanmar dan Laut China Selatan.

Menurut Sugiono, berbagai perkembangan di luar kawasan kini memiliki konsekuensi yang semakin nyata bagi negara-negara ASEAN sehingga diperlukan respons kolektif yang lebih kuat.

“Perkembangan di luar kawasan semakin membawa konsekuensi langsung bagi kehidupan masyarakat kita. Karena itu, ASEAN harus semakin siap dan mampu merespons secara bersama,” ujar Sugiono dalam forum tersebut.

1. RI dorong langkah nyata perkuat ketahanan kawasan

Menlu Sugiono dalam pertemuan ASEAN membahas Myanmar di Bangkok, Thailand. (Dok. Kemlu RI)

Sugiono mengatakan Indonesia mendorong agar berbagai komitmen yang telah disepakati ASEAN tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret.

Menurut dia, penguatan ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok harus menjadi prioritas bersama mengingat ketidakpastian global terus meningkat.

Indonesia juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan kawasan dalam menghadapi berbagai bentuk gangguan yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan tersebut menjadi salah satu fokus dalam sesi Retreat, yang secara khusus membahas tantangan strategis yang dihadapi kawasan.

2. Indonesia soroti Myanmar dan Laut China Selatan

Menlu Filipina Theresa P. Lazaro membuka Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)

Selain membahas ketahanan kawasan, para menteri luar negeri ASEAN juga mendiskusikan perkembangan situasi di Myanmar dan Laut China Selatan.

Terkait Myanmar, Indonesia kembali menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ASEAN dalam mendorong penyelesaian krisis melalui implementasi Five-Point Consensus (5PC).

Sugiono menekankan, proses penyelesaian harus dilakukan secara inklusif dan tetap mengedepankan dialog.

Menurutnya, pendekatan damai dan keterlibatan konstruktif menjadi kunci untuk menjaga stabilitas kawasan.

3. Jaga persatuan ASEAN di tengah gejolak global

Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Manila, Filipina. (Dok. ASEAN Secretariat)

Sugiono juga mengingatkan berbagai gejolak internasional memang berada di luar kendali negara-negara ASEAN.

Namun, menurutnya, kemampuan ASEAN menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan kawasan sepenuhnya bergantung pada komitmen negara-negara anggotanya.

Indonesia karena itu mengajak seluruh anggota ASEAN terus mengedepankan dialog dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan regional maupun global.

“Gejolak di sekitar kita mungkin berada di luar kendali. Namun, kemampuan ASEAN untuk menjaga kesatuan, memperkuat ketahanan, dan melindungi kepentingan masyarakat di kawasan berada di tangan kita sendiri,” kata Sugiono.

Sesi Retreat merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN di bawah Keketuaan Filipina. Pertemuan tersebut membahas perkembangan kawasan dan internasional serta langkah kolektif ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Editorial Team

Related Article