Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bantu Transaksi Iran, Cabang Bank Mesir di UEA Kena Sanksi AS
Ilustrasi bank (magnific.com/macrovector)
  • AS mencabut akses akun koresponden dolar enam cabang Banque Misr di UEA setelah bank itu memproses transaksi 1,8 miliar dolar AS untuk 103 entitas perbankan bayangan Iran.
  • Sanksi dalam Operation Economic Outcast mewajibkan lembaga keuangan AS memblokir transaksi terkait cabang tersebut, sekaligus meningkatkan evaluasi risiko bank global di kawasan Teluk.
  • AS juga memblokir aset Reza Mohammad Taeedi dari Bank Melli Dubai dan menjatuhkan sanksi pada Kameng Trading Limited; Mesir membuka komunikasi diplomatik dengan AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap kantor cabang Banque Misr di Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (28/8/2026). Otoritas AS menghukum entitas perbankan asal Mesir tersebut karena terbukti memfasilitasi transaksi keuangan dengan pihak Iran.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari strategi Washington untuk menekan Teheran secara ekonomi. Pemerintah AS juga berupaya membatasi akses perbankan internasional bagi pihak mana pun yang terlibat dalam aktivitas keuangan terlarang.

1. AS cabut akses perbankan dolar cabang Banque Misr di UEA

Kementerian Keuangan AS memutuskan untuk mencabut akses akun koresponden dolar bagi enam kantor cabang Banque Misr yang beroperasi di UEA. Penelusuran otoritas menemukan bank tersebut telah memproses transaksi senilai 1,8 miliar dolar AS (Rp31,96 triliun) untuk 103 entitas perbankan bayangan Iran periode Januari 2024 hingga Juni 2026.

Aturan baru ini melarang lembaga keuangan AS mengelola akun milik cabang-cabang tersebut. Meski demikian, operasional kantor pusat Banque Misr di Kairo maupun cabangnya di negara lain dipastikan tetap berjalan normal.

"Kementerian Keuangan berkomitmen memutus seluruh jalur ekonomi Iran demi mengakhiri ancaman keamanan dari negara tersebut," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

2. Sanksi tingkatkan kehati-hatian bank global di kawasan Teluk

Penjatuhan sanksi ini tergabung dalam kampanye berskala besar bernama Operation Economic Outcast. Operasi ini secara khusus berfokus untuk melacak pelanggaran sanksi, perdagangan minyak secara ilegal, serta pendanaan kelompok milisi bersenjata.

Kebijakan ini secara hukum mewajibkan seluruh lembaga keuangan domestik AS memblokir transaksi yang berhubungan dengan cabang Banque Misr di UEA. Langkah tegas AS turut mendorong berbagai institusi perbankan global di kawasan Teluk untuk mengevaluasi kembali risiko kerja sama mereka dengan berbagai entitas asal Iran.

"Pihak mana pun yang terbukti membantu Iran tidak akan lagi mendapat akses ke sistem keuangan global dan mata uang dolar AS," ujar Bessent, dikutip dari Middle East Eye.

3. AS turut tindak perantara keuangan dari Iran dan Hong Kong

Selain menyasar perbankan Mesir, Pemerintah AS memblokir aset milik Manajer Umum Bank Melli cabang Dubai, Reza Mohammad Taeedi. Pejabat bank asal Iran tersebut dinilai bersalah karena memfasilitasi transaksi bernilai miliaran dolar guna mendanai kebutuhan militer negaranya.

AS juga menjatuhkan sanksi kepada Kameng Trading Limited, sebuah perusahaan cangkang di Hong Kong yang terbukti membantu praktik pencucian uang. Merespons situasi tersebut, Bank Sentral dan Kementerian Luar Negeri Mesir segera menjalin komunikasi diplomatik dengan AS guna meninjau status operasional perbankan nasional mereka.

"Pendekatan diplomasi adalah cara terbaik untuk menyamakan pemahaman dengan negara mitra terkait penegakan aturan sanksi ini," tutur Bessent.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article