Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut Ekonomi Iran Hancur hingga Tak Bisa Bayar Gaji Tentara

Trump Sebut Ekonomi Iran Hancur hingga Tak Bisa Bayar Gaji Tentara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung ke perbatasan AS dan Meksiko pada April 2025. (commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menyebut ekonomi Iran hancur akibat sanksi AS, hingga Teheran diklaim tidak mampu membayar gaji tentaranya.
  • AS meluncurkan operasi Economic Outcast, menjatuhkan sanksi pada entitas terkait Iran dan mengancam negara yang bekerja sama secara ekonomi dengan Teheran.
  • Trump menyatakan AS memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz dan telah menyingkirkan ranjau, sementara Iran mengklaim selat masih berada di bawah kendalinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Iran saat ini sedang dalam masalah besar. Sebab, kondisi perekonomian Iran sedang hancur akibat sanksi yang diberikan AS. Imbas sanksi ini, Trump menyebut Teheran bahkan sampai tidak bisa membayar gaji tentaranya. 

“Iran saat ini tidak bisa membayar gaji tentaranya. Mereka berada dalam masalah besar. Mereka memiliki sangat sedikit kemampuan yang tersisa,” ujar Trump pada Kamis (27/8/2026), seperti dilansir Jerusalem Post, Jumat (28/8/2026).

  1. 1. AS memulai operasi Economic Outcast terhadap Iran

    Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C.
    Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster)

    Sanksi ekonomi terhadap Iran yang dimaksud Trump tadi merupakan bagian dari operasi Economic Outcast. Economic Outcast sendiri merupakan operasi ekonomi terbaru yang diluncurkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan AS untuk melawan Iran. Sama seperti Economic Furry yang diluncurkan pada awal 2026 lalu, operasi Economic Outcast juga bertujuan untuk menghancurkan perekonomian Iran dari dasar agar mereka tidak bisa melanjutkan perang melawan AS.

    Lewat operasi Economic Outcast, AS memberikan sanksi ekonomi kepada semua entitas yang berafiliasi dengan Iran. Beberapa di antaranya, seperti entitas militer, kapal komersial yang digunakan Teheran untuk mengekspor minyak secara ilegal, dan organisasi atau individu yang berafiliasi dengan Iran. Di samping itu, AS juga melarang negara mana pun untuk melakukan kerja sama ekonomi dengan Iran. Jika melanggar, maka mereka akan mendapatkan sanksi ekonomi yang berat.

  2. 2. Trump mengatakan akan terus memblokade semua pelabuhan Iran

    Kapal-kapal dagang sedang berlabuh di pelabuhan.
    ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

    Dalam pernyataannya, Trump juga mengatakan akan terus memblokade semua pelabuhan Iran yang ada di Selat Hormuz. Trump juga mengklaim bahwa AS kini sudah membuka Selat Hormuz secara penuh sehingga semua kapal komersial bisa berlayar di sana dengan aman. Sebab, menurutnya, kekuasaan di selat tersebut kini sudah sepenuhnya berada di tangan AS, bukan Iran.

    “Tadi malam, kami memindahkan 24 kapal melalui selat itu (Selat Hormuz). Kami selalu memindahkannya. Saya mengatakan ini secara terbuka. Seperti yang Anda ketahui, Selat Hormuz terbuka. Kami memiliki kendali dan kami melakukan blokade. Iran tidak mendapatkan apa pun. Tidak ada yang bisa melewatinya. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya,” lanjut Trump.

  3. 3. Trump mengatakan telah membasmi semua ranjau Iran di Selat Hormuz

    Ranjau laut.
    potret ranjau laut (commons.wikimedia.org/The wub)

    Belakangan ini, Trump memang semakin menekankan kekuasaan AS di Selat Hormuz. Pada Selasa (25/8/2026) lalu, misalnya, Trump mengklaim sudah membasmi semua ranjau yang dipasang Iran di Selat Hormuz. Menurut Trump, langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kebebasan berlayar di perairan tersebut. Namun, di sisi lain, Iran mengklaim selat tersebut belum dibuka dan masih berada di bawah kekuasaannya. 

    "Semua ranjau telah disingkirkan dan atau diledakkan dari dalam perairan internasional Selat Hormuz. Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara otomatis dihancurkan. Kebijakan tanpa toleransi terhadap penempatan ranjau diberlakukan sepenuhnya," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More