Jakarta, IDN Times – Peneliti militer China diduga menggunakan keluaran model kecerdasan buatan (AI) terkemuka asal Amerika Serikat (AS), seperti OpenAI dan Anthropic, untuk mengembangkan sistem pertahanan dalam negeri. Berdasarkan analisis makalah akademik dan paten yang dihimpun Jamestown Foundation serta dilaporkan The Independent melalui tinjauan Reuters, mereka berulang kali menerapkan teknik model distillation dengan memanfaatkan jawaban beserta penalaran langkah demi langkah dari model AI canggih ke model yang lebih kecil dan spesifik.
Metode tersebut membuat model baru mampu menguasai kemampuan tertentu tanpa perlu membangun sistem dari awal dengan kebutuhan komputasi yang besar. Fellow di Jamestown Foundation, Sunny Cheung, menyebut temuan dari lebih dari 60 makalah akademik itu memperlihatkan adanya upaya terkoordinasi untuk memindahkan proses penalaran bernilai tinggi dari sistem AI Barat.
“Mengajarkan model jawaban yang benar adalah satu hal, tetapi mengajarkan alasan di balik jawaban itu jauh lebih sulit,” kata Cheung, dikutip The Independent.
