Jakarta, IDN Times - Rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mendamaikan Palestina dan Israel masih dipenuhi ujian. Dilansir BBC, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak rencana perdamaian sepanjang 15 poin buatan Trump pada Minggu (9/8/2026). Ia bahkan menolak menarik pasukannya hingga kelompok Hamas benar-benar dilucuti.
Di sisi lain, Hamas menyatakan siap menjalankan kesepakatan dengan syarat Israel menghentikan agresi dan menarik seluruh personel militer dari Jalur Gaza. Rencana tersebut hanyalah satu dari sekian banyak upaya Trump dalam diplomasinya untuk membereskan konflik Palestina-Israel. Kendati demikian, hal-hal yang ditempuh oleh orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut dinilai kontroversial oleh banyak pihak.
