Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Qatar Serukan Tekanan Global agar Israel Setop Serangan di Gaza

Qatar Serukan Tekanan Global agar Israel Setop Serangan di Gaza
ilustrasi penarikan pasukan (pexels.com/Ivan Hassib)
Intinya Sih
  • Qatar meminta tekanan global kepada Israel untuk menghentikan serangan, menjalankan peta jalan damai, menarik pasukan dari Gaza, dan membuka jalan rekonstruksi.
  • Qatar, Oman, dan Pakistan mengintensifkan mediasi AS-Iran melalui draf kesepakatan jangka pendek guna mencegah eskalasi, membuka Selat Hormuz, serta melanjutkan diplomasi.
  • Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73 ribu kematian dan 174 ribu luka sejak Oktober 2023, termasuk korban setelah gencatan senjata berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Qatar meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan kepada Israel agar segera menghentikan serangan dan menjalankan peta jalan damai di Gaza. Pada saat yang sama, negara itu juga mengintensifkan mediasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melalui pembahasan draf kesepakatan jangka pendek untuk mencegah eskalasi militer serta membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Upaya diplomasi tersebut dijalankan bersama Oman dan Pakistan, sementara pembahasan rancangan kesepakatan disebut telah memasuki tahap yang sangat progresif. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menegaskan fokus utama para mediator dalam dinamika kawasan saat ini.

“Fokus kami saat ini adalah menghindari eskalasi, membuka kembali selat dan membuka kembali pintu diplomasi di antara para pihak,” tegasnya pada Selasa (4/8/2026), dikutip Euro News.

1. Oman fasilitasi penyampaian proposal kedua negara

ilustrasi proposal
ilustrasi proposal (pexels.com/Markus Spiske)

Belum ada agenda pertemuan langsung antara Washington dan Teheran, tetapi penyampaian proposal tetap berjalan intens melalui para mediator regional. Oman mengambil peran lebih besar dalam memfasilitasi komunikasi dan pertukaran draf aturan, sedangkan Presiden AS Donald Trump menyebut jalur diplomasi ini sebagai "kesempatan terakhir" bagi Iran sebelum berisiko menghadapi aksi militer lanjutan. Trump menambahkan bahwa fase pertama kesepakatan bakal segera membuka Selat Hormuz, sementara fase kedua akan berfokus membahas program nuklir Iran.

Di sisi lain, Teheran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington, meski mengakui tengah berdiskusi dengan Oman terkait navigasi maritim. Ansari menekankan bahwa jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz tak boleh dijadikan alat pemerasan maupun tawar-menawar politik. Imbauan ini menyusul laporan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) soal serangan proyektil terhadap sebuah kapal kargo di lepas pantai Oman.

2. Qatar desak Israel jalankan kesepakatan penarikan pasukan

ilustrasi bendera Qatar
ilustrasi bendera Qatar (pexels.com/Engin Akyurt)

Qatar juga mendesak agar Israel menjalankan seluruh poin kesepakatan penarikan pasukan, di mana Ansari menyebut Hamas telah memenuhi seluruh kewajibannya sesuai peta jalan damai yang disepakati.

“Kami meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menerapkan kesepakatan ini sehingga pada akhirnya kita dapat bergerak menuju rekonstruksi Gaza,” ujarnya, dilansir Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dewan Perdamaian bersama Trump mengumumkan persetujuan Hamas atas fase lanjutan gencatan senjata, sementara pihak Israel belum memberikan keputusan resmi. Mediasi yang digawangi Qatar, Mesir, dan Turki ini juga menuntut Israel menarik seluruh pasukannya dari Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Ansari menegaskan, aksi pendudukan wilayah tak bisa dibenarkan atas alasan keamanan apa pun. 

3. Kementerian Kesehatan Gaza catat ribuan korban jiwa

ilustrasi perang
ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim)

Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 73 ribu orang meninggal dunia dan 174 ribu lainnya luka-luka sejak konflik berkecamuk pada Oktober 2023. Meski kesepakatan gencatan senjata sudah berlaku sejak 10 Oktober 2025, rentetan serangan yang terus berulang masih merenggut 1.252 nyawa warga Palestina serta melukai 4.120 orang lainnya. 

Penerapan peta jalan damai secara menyeluruh dinilai sebagai kunci untuk mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Komunitas internasional diharapkan dapat mengawal proses transisi ini demi terciptanya perdamaian permanen dan pemulihan wilayah di Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More