Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
Menurut informasi yang dihimpun The New Arab, pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperkirakan perundingan baru berlangsung pekan ini. Sumber tersebut menyebut posisi Teheran telah disampaikan secara jelas kepada Washington melalui mediator Qatar, sementara delegasi Iran dijadwalkan kembali ke Teheran pada Selasa (29/9/2026).
Pekan lalu, Iran dan AS menggelar pembicaraan tak langsung pertama dalam tiga bulan di sela sidang PBB. Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi memimpin tim Iran, sedangkan Washington mengirim utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner dengan mediasi pejabat Qatar.
Teheran mengajukan tujuh syarat untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Persyaratan itu meliputi gencatan senjata selama tujuh hari di Timur Tengah, termasuk Lebanon tempat Hizbullah bertempur melawan Israel, pencabutan sanksi minyak, pembukaan aset yang dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade laut Washington terhadap pelabuhan Iran. Namun, persyaratan proposal tersebut ditolak Trump.
Trump menilai Tehran menginginkan kesepakatan, tetapi bukan bentuk kesepakatan yang diinginkannya. Ia menyebut kesepakatan tersebut mungkin telah disetujui setahun lalu dan menilai Iran sudah memainkan kartunya secara berlebihan.
Teheran kini menunggu respons resmi Washington sebelum menentukan langkah berikutnya. Posisi tersebut disampaikan setelah kedua pihak membahas sejumlah syarat dalam pembicaraan tak langsung sebelumnya.