Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri India Narendra Modi angkat bicara mengenai gelombang demonstrasi mahasiswa yang dipicu kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi. Di tengah tekanan politik yang terus meningkat, Modi berjanji akan menghukum para pelaku yang terlibat dalam praktik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Modi pada Kamis (23/7/2026), sehari setelah ribuan mahasiswa kembali turun ke jalan di New Delhi. Demonstrasi yang dipimpin gerakan Cockroach Janta Party (CJP) kembali berujung bentrokan dengan aparat kepolisian.
Ini menjadi komentar langsung pertama Modi terkait aksi protes yang dalam beberapa hari terakhir meluas ke berbagai kota di India. Sebelumnya, pemerintah hanya diwakili Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan yang menyatakan komitmen untuk memperbaiki sistem ujian nasional.
Gelombang demonstrasi bermula dari kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran yang memengaruhi sekitar dua juta peserta. Namun, aksi tersebut kemudian berkembang menjadi protes yang lebih luas, mencakup persoalan pengangguran, kesempatan kerja bagi anak muda, hingga kritik terhadap pemerintahan Modi.
