Di Mana Warga Asia Tenggara Ingin Tinggal, Bekerja, dan Berlibur?

- Singapura jadi pilihan utama warga Asia Tenggara untuk tinggal dan bekerja berkat stabilitas, peluang ekonomi, serta kualitas hidup tinggi yang mendukung karier dan kesejahteraan.
- Jepang menonjol sebagai negara non-ASEAN paling diminati karena kombinasi kualitas hidup, kesempatan kerja, hubungan erat dengan kawasan, dan promosi pariwisata yang kuat.
- Thailand unggul sebagai destinasi wisata favorit berkat budaya kaya, kuliner terkenal, serta infrastruktur pariwisata matang yang membuat pengalaman liburan semakin nyaman.
Pernahkah kamu membayangkan negara mana yang paling diminati warga Asia Tenggara untuk dijadikan tempat tinggal, bekerja, atau sekadar berlibur? Ternyata, pilihan masyarakat di kawasan ini gak selalu sama untuk setiap kebutuhan, lho.
Ada negara yang dianggap nyaman untuk membangun karier, tapi belum tentu menjadi destinasi wisata favorit. Sebaliknya, ada pula negara yang sangat populer untuk liburan meski gak menjadi tujuan utama untuk menetap dalam jangka panjang.
Hasil survei State of Southeast Asia 2026 dari ISEAS – Yusof Ishak Institute menunjukkan berbagai pola menarik tentang preferensi warga Asia Tenggara. Temuan tersebut juga memberikan gambaran mengenai daya tarik atau soft power yang dimiliki negara-negara di kawasan ini.
1. Singapura menjadi tujuan favorit untuk tinggal dan bekerja

Ketika responden diminta memilih negara tujuan untuk tinggal atau bekerja, Singapura muncul sebagai pilihan paling populer di antara negara-negara ASEAN. Daya tariknya gak hanya berasal dari peluang ekonomi, tapi juga kualitas hidup yang dianggap tinggi. Banyak orang melihat negara kota ini sebagai tempat yang menawarkan stabilitas serta kesempatan berkembang secara profesional.
Lingkungan bisnis yang ramah, sistem pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang baik, serta tingkat keamanan yang tinggi menjadi alasan utama di balik popularitas Singapura. Selain itu, kondisi politik yang relatif stabil membuat banyak orang merasa lebih yakin untuk membangun masa depan di sana. Tak heran jika Singapura menjadi tujuan utama bagi banyak warga Asia Tenggara yang ingin mencari peluang baru.
2. Jepang menjadi pesaing kuat di luar ASEAN

Menariknya, Jepang menjadi negara non-ASEAN yang paling banyak dipilih oleh responden dari beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi banyak orang, Jepang menawarkan kombinasi antara kualitas hidup, kesempatan kerja, serta lingkungan yang modern. Faktor-faktor tersebut membuat negara ini tetap memiliki daya tarik kuat selama bertahun-tahun.
Hubungan Jepang dengan negara-negara Asia Tenggara juga turut berperan dalam membangun citra positif. Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, perdagangan, dan berbagai bentuk kerja sama telah memperkuat kedekatan antara Jepang dan kawasan ini. Ditambah lagi dengan promosi pariwisata yang agresif serta nilai tukar yen yang lebih lemah dalam beberapa tahun terakhir, Jepang semakin menarik untuk dikunjungi maupun dijadikan tempat bekerja.
3. Thailand menjadi juara untuk urusan liburan

Jika berbicara soal destinasi wisata, Thailand berhasil menempati posisi teratas sebagai negara ASEAN yang paling ingin dikunjungi. Popularitasnya terlihat bukan hanya di mata wisatawan dari negara lain, tapi juga dari warganya sendiri. Sebagian besar responden asal Thailand bahkan memilih negaranya sebagai destinasi wisata favorit.
Keberhasilan Thailand gak lepas dari kombinasi budaya yang kaya, kuliner yang terkenal, serta industri pariwisata yang sudah berkembang sangat baik. Infrastruktur wisata yang relatif lengkap juga membuat pengalaman berlibur menjadi lebih nyaman. Faktor-faktor tersebut menjadikan Thailand mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu magnet wisata terbesar di Asia Tenggara.
4. Pilihan untuk berlibur belum tentu sama dengan pilihan untuk menetap

Hasil survei menunjukkan bahwa negara yang ingin dikunjungi belum tentu menjadi negara yang diinginkan untuk tinggal atau bekerja. Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam memang masuk dalam daftar favorit untuk kedua kategori tersebut, tapi urutannya berbeda. Perbedaan ini menunjukkan bahwa orang memiliki pertimbangan yang berbeda ketika memilih destinasi wisata dan tempat tinggal.
Saat berlibur, orang cenderung mencari pengalaman baru, hiburan, serta daya tarik budaya. Namun, ketika memilih tempat tinggal atau bekerja, faktor seperti keamanan, kesempatan kerja, pendidikan, dan kualitas layanan publik menjadi jauh lebih penting. Karena itu, sebuah negara bisa sangat populer sebagai tujuan wisata tanpa menjadi pilihan utama untuk relokasi jangka panjang.
5. Tren ini menunjukkan pentingnya daya tarik regional ASEAN

Menurut Joseph Nye, ilmuwan politik Amerika Serikat yang memperkenalkan konsep soft power pada 1990, daya tarik suatu negara dapat memengaruhi orang lain tanpa paksaan maupun tekanan. Dalam konteks Asia Tenggara, daya tarik tersebut terlihat dari bagaimana masyarakat memilih negara tujuan untuk tinggal, bekerja, atau berlibur. Pilihan-pilihan itu mencerminkan persepsi masyarakat terhadap kualitas hidup, budaya, serta peluang yang tersedia.
Meski setiap negara memiliki keunggulan masing-masing, survei ini juga memperlihatkan pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN. Pergerakan manusia yang semakin tinggi di kawasan ini membuka peluang untuk memperkuat identitas regional secara kolektif. Ke depan, perubahan kondisi ekonomi, demografi, dan sosial dapat memengaruhi pola preferensi masyarakat terhadap berbagai negara di Asia Tenggara.
Hasil survei menunjukkan bahwa warga Asia Tenggara memiliki preferensi yang beragam ketika memilih tempat untuk tinggal, bekerja, maupun berlibur. Singapura unggul sebagai tujuan relokasi dan karier, sementara Jepang tetap menjadi favorit kuat di luar ASEAN. Untuk urusan wisata, Thailand berhasil mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi utama di kawasan.
Perbedaan pilihan tersebut memperlihatkan bahwa setiap negara memiliki keunggulan yang unik di mata masyarakat. Seiring berkembangnya kawasan Asia Tenggara, menarik untuk melihat apakah pola ini akan tetap bertahan atau justru berubah di masa depan.


















