Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dialog Gagal, Kanada Siap Balas Tarif Dagang 50 Persen AS
ilustrasi bendera Kanada (unsplash.com/Jason Hafso)
  • Kanada akan membalas tarif AS secara setara setelah negosiasi gagal; tarif hingga 50 persen atas sejumlah produk Kanada berlaku mulai 22 Agustus 2026.
  • Tarif AS mencakup sekitar 20 miliar dolar AS atau Rp352 triliun barang Kanada, sementara Ottawa menuntut konsesi untuk baja, aluminium, kendaraan, dan kayu.
  • Eskalasi tarif mengancam rantai pasok, biaya perdagangan, dan daya saing regional, di tengah ketidakpastian revisi perjanjian dagang USMCA antara AS, Kanada, dan Meksiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berjanji akan membalas tarif Amerika Serikat (AS) dengan nilai yang setara (dollar for dollar) demi melindungi pekerja dan dunia usaha Kanada. Pernyataan itu disampaikan setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan dagang hingga batas waktu yang ditetapkan pada Jumat (21/8/2026).

Tarif AS awalnya dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu. Namun, Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu selama tiga hari agar negosiasi dapat dilanjutkan. Setelah perundingan selama beberapa hari itu kembali gagal menghasilkan kesepakatan, tarif hingga 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada mulai berlaku pada Sabtu (22/8/2026).

Dikutip dari The Guardian, Carney mengatakan bahwa pemerintahannya juga akan mengumumkan dukungan tambahan bagi pekerja dan pelaku usaha Kanada dalam beberapa hari mendatang. Menurutnya, tujuan Ottawa sejak awal adalah mendapatkan kesepakatan terbaik, bukan menerima kesepakatan dengan harga berapa pun hanya demi memenuhi tenggat waktu.

1. Kanada menilai tuntutan AS tidak adil dan masuk akal secara ekonomi

Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney. (World Economic Forum, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Carney mengatakan perubahan terhadap ketentuan yang diajukan AS pada tahap akhir negosiasi tidak adil dan tidak masuk akal secara ekonomi. Menurutnya, perubahan tersebut juga mempertanyakan tingkat keandalan kesepakatan apa pun yang mungkin dicapai oleh kedua negara. Dia mengatakan tidak akan membiarkan negara lain menentukan masa depan ekonomi negaranya.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyebut kegagalan negosiasi sebagai kesempatan yang terlewat bagi Kanada. Greer mengatakan tawaran Washington berorientasi pada masa depan dan mencakup kemitraan ekonomi serta keamanan nasional yang bersejarah.

Dilaporkan France 24, pemerintahan Trump juga disebut telah menawarkan pengurangan tarif yang signifikan terhadap sejumlah sektor di Kanada sebagai imbalan atas sejumlah konsesi. Namun, Ottawa menginginkan konsesi dari AS terhadap sektor baja, aluminium, kendaraan, dan kayu yang tidak bersedia diberikan oleh Washington.

2. Tarif AS akan berdampak pada ekspor Kanada senilai Rp352 triliun

ilustrasi bendera Kanada (commons.wikimedia.org/Dietmar Rabich)

Tarif baru yang mulai diberlakukan AS sebenarnya memiliki cakupan yang relatif terbatas. Kebijakan tersebut mencakup sekitar 20 miliar dolar AS (setara Rp352 triliun) barang yang diimpor dari Kanada atau sekitar 5 persen dari total nilai barang yang diimpor Washington dari negara tetangganya tersebut pada tahun lalu, dilansir CNN.

Carney sebelumnya telah berulang kali mengatakan bahwa hubungan Ottawa dan Washington telah berubah secara permanen. Dia menyatakan bahwa Kanada perlu melakukan diversifikasi perdagangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS yang saat ini menyerap sekitar 70 persen dari ekspor negaranya.

Ketegangan juga dipicu oleh kebijakan Kanada terhadap sejumlah produk AS. Para pemimpin daerah di negara Amerika Utara itu sebelumnya mengatakan bahwa Washington sangat keberatan setelah Ottawa menarik produk alkohol dan anggur Negeri Paman Sam dari toko minuman keras. Gedung Putih menuduh perlakuan tersebut bersifat diskriminatif.

3. Perang tarif AS-Kanada ancam masa depan perdagangan Amerika Utara

ilustrasi bendera AS (pexels.com/Brett Sayles)

Keputusan Ottawa untuk membalas tarif Trump berpotensi memperburuk konflik perdagangan antara kedua negara. Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan kesepakatan perdagangan Amerika Utara yang melibatkan AS, Kanada, dan Meksiko (USMCA).

Perjanjian tersebut memiliki peran penting bagi industri di ketiga negara. Eskalasi tarif dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasok dan meningkatkan biaya perdagangan regional.

Presiden dan CEO Kamar Dagang Kanada, Candace Laing, menyebut tarif tersebut sebagai pukulan telak bagi daya saing Amerika Utara. Dia memperingatkan bahwa kebijakan itu dapat meningkatkan biaya bagi konsumen dan pelaku usaha AS, sekaligus mengancam pelanggan, investasi, serta bisnis kecil di Kanada.

Perselisihan tarif juga berlangsung ketika AS dan Kanada masih harus menyepakati revisi terhadap kesepakatan dagang USMCA. Trump sebelumnya menolak memperpanjang perjanjian tersebut pada bulan lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article