Menurut keterangan pasukan keamanan maritim Somalia pada Jumat (21/8/2026), ada enam perompak bersenjata yang membajak kapal tanker minyak MT Sibu 1 berbendera Eritrea di Laut Yaman. Dilansir The New Arab, kapal itu berisi 20 awak yang terdiri dari 16 orang asal India, 1 Suriah, 1 orang Sudan, dan 1 orang lainnya berasal dari Irak.
Perompak Somalia Bajak Kapal Tanker Eritrea di Laut Yaman

- Enam perompak bersenjata Somalia membajak tanker minyak MT Sibu 1 berbendera Eritrea di Laut Yaman pada 20 Agustus 2026, dengan 20 awak dari beberapa negara.
- Tiga hari sebelumnya, delapan perompak membajak kapal kargo LUTUF berbendera Kamerun di Laut Somalia; kapal Turki, helikopter, dan drone dikerahkan untuk pemantauan serta penyelamatan.
- Pelaku pembajakan LUTUF disebut sama dengan pembajak kapal Sward pada April, menandai upaya pembajakan kapal komersial keenam sejak April di kawasan perairan sekitar Somalia.
1. Perompak Somalia juga membajak kapal kargo tiga hari sebelumnya

potret kapal kargo (pexels.com/William Liu) Tiga hari sebelumnya, yakni pada Senin (17/8/2026), delapan perompak Somalia juga membajak kapal kargo LUTUF berbendera Kamerun yang sedang melintas di Laut Somalia. Kapal itu dikabarkan membawa 10 awak yang terdiri dari 6 orang India, 1 orang Turki, 1 orang Georgia, dan 2 orang petugas keamanan dari Serbia. Beruntungnya, tidak lama kemudian, dua kapal Turki mendekat ke kapal tersebut untuk melakukan penyelamatan. Sementara itu, dua helikopter dan drone militer Turki terbang di atas lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan.
Menurut laporan seorang pejabat Somalia anonim pada Kamis, kapal tersebut merupakan milik perusahaan kargo asal Turki bernama Polar Movement Shipping. Kapal itu membawa pasokan senjata untuk fasilitas pelatihan militer Turki yang berada di Ibu Kota Somalia, Mogadishu. Selain itu, kapal tersebut juga membawa peralatan komunikasi dan satelit.
2. Perompak yang membajak kapal LUTUF sama dengan pelaku pembajakan sebelumnya

ilustrasi perompak Somalia (pexels.com/Lara Jameson) Menurut laporan AP News, delapan perompak yang membajak kapal kargo LUTUF sama dengan perompak yang membajak kapal kargo Sward pada 26 April lalu. Ketika itu, kapal tersebut sedang berlayar di dekat pesisir Garmaal, Negara Bagian, Puntland, Somalia.
“Kapal tersebut saat ini berada di bawah kendali orang-orang bersenjata dan kami sedang memantau situasinya,” kata seorang polisi Somalia anonim pada April lalu, seperti dilansir Al Jazeera.
3. Perompak Somalia sudah sering membajak kapal komersial

potret perompak asal Somalia (commons.wikimedia.org/Mass communication Specialist 2nd Class Jason R. Zalasky) Perompak asal Somalia memang sudah terkenal sering membajak kapal komersial yang berlayar di perairan Timur Tengah, khususnya yang berada di sekitar Tanduk Afrika. Saking masyurnya, aksi pembajakan perompak Somalia ini pernah ditayangkan dalam sebuah film yang berjudul “Captain Philips”. Film tersebut dirilis pada 2013 silam.
Film “Captain Phillips” bercerita tentang seorang kapten bernama Richard Philips yang memimpin pelayaran kapal MV Maersk Alabama dari Amerika Serikat (AS). Saat itu, kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Oman menuju Kota Mombasa di Kenya. Sayangnya, di tengah perjalanan, kapal yang dipimpin Philips dibajak oleh perompak Somalia yang dipimpin oleh Abduwali Muse.



















