Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengkritik perubahan kebijakan militer Jepang. Ia menilai perubahan itu dapat mengancam stabilitas keamanan di Asia Timur. Pernyataan ini disampaikan pada penutupan pertemuan tiga hari Komite Sentral Partai Buruh Korea, pada Senin (22/6/2026).
Menanggapi hal itu, Pemerintah Jepang membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan bahwa seluruh program pertahanan Jepang murni bersifat defensif atau untuk pertahanan diri.
