Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banjir dan Longsor Terjang Filipina, 13 Orang Tewas

Banjir dan Longsor Terjang Filipina, 13 Orang Tewas
Banjir (unsplash.com/Chris Gallagher)
  • Hujan deras akibat monsun barat daya dan dua siklon tropis memicu banjir serta longsor di Filipina, menewaskan sedikitnya 13 orang dan membuat sejumlah warga masih hilang.
  • Longsor di Barangay Guisad Surong, Baguio, menimbun tiga rumah; sekitar 150 petugas melakukan pencarian di medan pegunungan yang berisiko longsor susulan.
  • Cuaca buruk berdampak pada lebih dari 500 ribu orang di 33 provinsi, mengganggu transportasi, serta mendorong pemerintah menerapkan kerja dari rumah dan pembelajaran alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Filipina setelah hujan deras yang dipicu monsun barat daya dan aktivitas siklon tropis. Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan sejumlah warga masih dilaporkan hilang.

Cuaca buruk berdampak pada puluhan provinsi dan memaksa warga mengungsi dari daerah yang terendam banjir atau rawan longsor. Pemerintah Filipina menerapkan sejumlah langkah darurat, termasuk kerja dari rumah bagi pegawai pemerintah dan pembelajaran jarak jauh di wilayah terdampak.

  1. 1. Longsor menimbun rumah warga di Baguio

    Tanah longsor menerjang Barangay Guisad Surong di Kota Baguio, Pulau Luzon. Material longsoran menimpa tiga rumah dan menyebabkan sejumlah penghuni terperangkap di dalam bangunan.

    Sekitar 150 petugas penyelamat dikerahkan secara bergantian untuk mencari korban. Tim SAR menggunakan kamera celah dan perangkat pendeteksi kehidupan untuk menyisir lokasi yang memiliki risiko longsor susulan.

    "Sekitar 150 petugas penyelamat bekerja secara bergantian saat operasi pencarian dan pemulihan terus berlanjut," kata Kantor Informasi Publik Baguio, dilansir The Star.

    Kondisi medan pegunungan menyulitkan proses pencarian dan evakuasi. Hujan yang masih berlangsung juga meningkatkan risiko pergerakan tanah di sekitar lokasi.

    Wali Kota Baguio, Benjamin Magalong, mengatakan sebagian besar wilayah kota memiliki tingkat kerawanan geologis tinggi. Kondisi tersebut membuat operasi penyelamatan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas.

  2. 2. Monsun barat daya berdampak pada 33 provinsi

    Monsun barat daya yang menguat menyebabkan hujan deras di berbagai wilayah Filipina. Aktivitas dua siklon tropis turut meningkatkan curah hujan dan memperbesar risiko banjir.

    Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina melaporkan lebih dari 500 ribu orang di 33 provinsi terdampak cuaca buruk. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat banjir.

    "Lebih dari setengah juta orang di 33 provinsi telah terdampak oleh monsun barat daya," kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional.

    Banjir juga mengganggu transportasi darat di sejumlah wilayah Luzon. Genangan air yang tinggi membuat beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui dan mendorong warga meninggalkan kawasan yang terdampak.

    Badan meteorologi Filipina memperingatkan potensi banjir lebih lanjut akibat hujan monsun. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki risiko banjir dan longsor.

  3. 3. Pemerintah terapkan kerja dari rumah

    Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memerintahkan pegawai pemerintah untuk bekerja dari rumah di wilayah yang terdampak cuaca buruk. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi mobilitas dan risiko keselamatan di tengah kondisi jalan yang terganggu.

    Pemerintah juga meminta sekolah di Metro Manila dan sejumlah provinsi terdampak menerapkan pembelajaran alternatif. Kegiatan tatap muka dihentikan di wilayah yang kondisi cuacanya dinilai membahayakan siswa dan tenaga pendidik.

    Senat Filipina turut membatalkan kegiatan persidangan dan menerapkan sistem kerja dari rumah. Penyesuaian tersebut dilakukan agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko bagi pegawai.

    Otoritas Filipina masih memantau kondisi cuaca dan melakukan evakuasi di wilayah yang berpotensi mengalami banjir atau longsor susulan. Masyarakat di daerah rawan diminta mengikuti arahan evakuasi dan informasi resmi pemerintah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More