Jakarta, IDN Times - Dukungan masyarakat Amerika Serikat terhadap aksi militer di Iran merosot ke level terendah sejak konflik bersenjata berkobar. Penurunan tersebut berjalan seiring dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertahan di rekor terendah.
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos yang dirilis awal pekan ini, proporsi warga yang menyokong operasi militer menyusut signifikan. Pelemahan dukungan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas konflik berkepanjangan serta lonjakan harga bahan bakar minyak di dalam negeri.
Kondisi tersebut memberikan tekanan politik berat bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan umum sela (midterm elections) pada November mendatang. Ketidakpuasan publik ini sejalan dengan temuan survei sebelumnya pada Juli 2026, ketika 69 persen warga merasa Presiden Trump belum menjelaskan secara jelas tujuan keterlibatan militer AS di Iran.
