Jakarta, IDN Times - Fenomena El Nino yang menguat dalam beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak signifikan terhadap pola cuaca global. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, India, dan Amerika Serikat, mengalami kekeringan, banjir, hingga gelombang panas seiring perubahan pola cuaca yang berkaitan dengan fenomena tersebut.
BBC Weather, Rabu (21/10/2026) melaporkan, El Nino diperkirakan semakin menguat dan bertahan setidaknya hingga 2027, menurut informasi yang dikaitkan dengan badan meteorologi dunia. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menghangat secara signifikan, sehingga memengaruhi pola atmosfer dan cuaca di berbagai wilayah.
Di Indonesia, dampak cuaca panas dan kering terlihat dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BBC Weather menyebut Indonesia sedang menghadapi musim kebakaran terburuk sejak 2015, dengan luas lahan terbakar mencapai hampir 900 ribu hektare sejak Januari 2026.
Selain Indonesia, El Nino juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas badai di Samudra Pasifik bagian timur, sementara musim badai Atlantik relatif sepi. Di India, curah hujan monsun berada di bawah rata-rata, sedangkan Jepang dan China bagian timur menghadapi aktivitas siklon tropis yang tinggi.
