Jakarta, IDN Times – Cadangan bahan bakar pesawat di Eropa kini diperkirakan hanya cukup untuk sekitar enam minggu. Situasi ini dipicu tertutupnya pasokan melalui Selat Hormuz yang masih diblokir akibat konflik Iran, dan oleh Badan Energi Internasional (IEA) dinilai sebagai krisis energi terbesar yang pernah terjadi.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menggambarkan kondisi tersebut dengan menyoroti peran jalur laut strategis yang biasanya mengangkut sekitar seperlima minyak mentah serta gas alam cair global, namun kini hampir sepenuhnya terhenti sejak serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
“Dan semakin lama ini berlangsung, semakin buruk bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di seluruh dunia,” kata Birol, pada Kamis (16/4/2026), dikutip Euro News.
