Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Klaim Berhasil Buka Hormuz, Sesumbar Jadi Pahlawan buat China

Trump Klaim Berhasil Buka Hormuz, Sesumbar Jadi Pahlawan buat China
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Donald Trump mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta China tidak memasok senjata ke Iran, dan Xi membalas dengan menyangkal tuduhan tersebut.
  • Trump mengklaim telah membuka jalur Selat Hormuz secara permanen demi kepentingan global, meski belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih terkait pernyataan itu.
  • Situasi di Selat Hormuz tetap tegang dengan aktivitas pelayaran terbatas, sementara AS memperketat blokade terhadap Iran dan menekan negara lain agar tidak membantu Teheran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkap telah mengirim surat kepada Presiden China Xi Jinping tentang kekhawatiran Washington atas potensi dukungan militer Beijing kepada Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network.

Dalam surat tersebut, Trump secara langsung meminta Xi agar tidak memasok senjata ke Teheran. Dia mengklaim, pemimpin China merespons dengan menegaskan negaranya tidak melakukan hal tersebut.

“Dia menulis surat kepada saya yang pada intinya mengatakan bahwa dia tidak melakukan itu,” kata Trump dalam program Mornings with Maria, seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (15/4/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Iran serta kebijakan keras Washington terhadap negara-negara yang dianggap membantu Teheran.

Sebelumnya, Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap negara yang terbukti memasok senjata ke Iran, mempertegas tekanan ekonomi sebagai alat diplomasi.

1. Trump surati Xi Jinping

Donald Trump dan Xi Jinping sedang bersalaman.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Presiden China, Xi Jinping (kanan) (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Trump mengungkapkan inisiatif komunikasi tersebut datang dari dirinya sendiri. Dia menulis langsung kepada Xi untuk menyampaikan kekhawatiran tentang dukungan militer terhadap Iran.

“Saya menulis surat kepadanya meminta agar dia tidak melakukan itu,” ujar Trump. Dia menambahkan, Xi merespons dengan menyangkal tuduhan tersebut.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana jalur komunikasi personal antara dua pemimpin dunia masih digunakan di tengah rivalitas yang kompleks antara Amerika Serikat dan China.

Namun pada saat yang sama, Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara lain. Dia mengancam akan memberlakukan tarif besar secara langsung bagi pihak yang membantu Iran secara militer.

Ancaman tersebut memperlihatkan pendekatan agresif Washington dalam menekan Iran, tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui negara-negara yang berpotensi menjadi mitra Teheran.

2. Klaim Trump soal Hormuz

Trump Klaim Berhasil Buka Hormuz, Sesumbar Jadi Pahlawan buat China
Unggahan Presiden AS Donald Trump di Truth Social terkait China di tengah konflik Iran. (Truth Social/@RealDonaldTrump)

Selain isu surat-menyurat, Trump juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi global. Dalam unggahan di Truth Social, dia mengklaim telah membuka secara permanen jalur tersebut.

“Saya melakukannya juga untuk mereka dan dunia,” tulis Trump, merujuk pada China yang merupakan salah satu konsumen energi terbesar dunia.

Dia bahkan mengklaim Xi akan menyambutnya dengan hangat dalam pertemuan mendatang.

“Presiden Xi akan memberi saya pelukan besar saat saya tiba dalam beberapa minggu,” ujar dia.

Namun, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan karena kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz masih terbatas. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Gedung Putih tentang maksud sebenarnya dari klaim Trump tersebut.

3. Situasi di Hormuz masih tegang

Selat Hormuz
Selat Hormuz (Wikipedia.com)

Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global melewati jalur tersebut sebelum konflik meningkat.

Meski sempat ada gencatan senjata dua pekan, aktivitas pelayaran masih jauh dari normal. Laporan menyebutkan lalu lintas kapal hanya sebagian kecil dibandingkan sebelum perang.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga telah memberlakukan blokade terhadap pelayaran dari pelabuhan Iran. Militer AS mengklaim langkah ini telah menghentikan seluruh perdagangan laut keluar-masuk negara tersebut.

Trump sendiri menyatakan pembicaraan dengan Iran kemungkinan akan kembali dilanjutkan pekan ini, setelah sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.

Namun dengan kombinasi tekanan militer, ekonomi, dan retorika politik yang terus meningkat, arah konflik dan stabilitas kawasan masih dipenuhi ketidakpastian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More