Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Kastel Alamut, Benteng Kuno di Pegunungan Alborz
Pemandangan udara Kastel Alamut. (commons.wikimedia.org/Ninara)

Kastel Alamut adalah benteng pegunungan yang terletak di kawasan Alamut, Provinsi Qazvin, Iran. Pada Abad Pertengahan, benteng ini berfungsi sebagai basis utama kaum Nizari Ismaili. Mereka merupakan cabang dari Islam Syiah yang terbentuk setelah terjadinya perpecahan di dalam komunitas Ismaili. Kelompok ini kemudian mendirikan Negara Nizari, yang juga dikenal sebagai Negara Alamut.

Hassan-i Sabbah (sekitar 1050—1124) mendirikan Negara Nizari. Ia juga membentuk kelompok pejuang yang dikenal dengan sebutan seperti Batiniyya, Ta'limiyya, Isma'iliyya, dan Nizariyya. Sebuah naskah Fatimiyah dari sekitar tahun 1120 menyebut mereka sebagai Hashshashin, istilah yang dikaitkan oleh sebagian ahli dengan asal-usul kata assassin. Yuk, simak fakta unik tentang Kastel Alamut berikut ini, guys!

1. Dibangun sekitar tahun 865

Pemandangan dari atap Kastel Alamut. (commons.wikimedia.org/S.Mary.Gh)

Kastel Alamut pertama kali dibangun sekitar tahun 865 oleh Wahsudan ibn Marzuban, seorang penguasa suku Daylam dari Dinasti Justanid, lapor Heritage Daily. Menurut legenda, ia memilih lokasi tersebut setelah melihat seekor elang hinggap di sebuah batu tinggi saat sedang berburu. Ia kemudian menamai tempat itu Aluh Amukht. Nama tersebut diperkirakan memiliki arti "Ajaran Elang" atau "Sarang Hukuman".

Hassan-i Sabbah tiba di Kastel Alamut dan mengambil alih kendali atasnya pada tahun 1090. Ia kemudian memperkuat dinding kastel. Hassan juga membangun ruang penyimpanan untuk menyimpan makanan dan perbekalan lainnya. Di lembah sekitar, ia membuat terasering pertanian untuk menyediakan bahan pangan jika kastel tersebut dikepung.

2. Arsitektur Kastel Alamut

Pemandangan Kastel Alamut selama musim dingin. (commons.wikimedia.org/Alireza Javaheri)

Desain Kastel Alamut memadukan kebutuhan praktis dengan kondisi alam setempat. Kastel ini memiliki empat dinding serta terbagi menjadi bagian atas dan bawah, jelas Orient Trips. Ruang-ruang penyimpanan yang dilapisi batu kapur membantu menjaga keamanan perbekalan selama masa pengepungan. Adapun lahan pertanian bertingkat di lembah sekitar menghasilkan tanaman pangan seperti gandum dan jelai untuk memenuhi kebutuhan pangan kastel.

Kastel Alamut memiliki sistem air yang canggih untuk mendukung kegiatan pertanian. Sistem ini membantu memanfaatkan lahan secara optimal untuk bercocok tanam. Saat ini, pengunjung dapat melihat reruntuhan kastel yang terletak di antara tebing batu dan perbukitan yang curam. Sisa-sisa bangunan ini memperlihatkan keahlian para pembangun Persia pada Abad Pertengahan.

3. Legenda tentang Kastel Alamut

Pemandangan bagian dalam Kastel Alamut. (commons.wikimedia.org/S.Mary.Gh)

Para pelancong Barat, termasuk Marco Polo, menyebarkan kisah bahwa Hassan menggunakan hashish untuk mengendalikan para pengikutnya. Hassan konon memperlihatkan taman yang dipenuhi wanita dan minuman anggur agar mereka bersedia menjalankan misi yang mematikan. Saat ini, para sejarawan menilai kisah-kisah ini kemungkinan besar dilebih-lebihkan. Studi yang dilakukan Peter Willey pada tahun 2005 tidak menemukan bukti adanya taman semacam itu di Kastel Alamut.

Penulis sejarah Ata-Malik Juvayni mencatat keberadaan perpustakaan dan ruang penyimpanan kastel. Catatan ini mengisyaratkan bahwa Alamut merupakan tempat bagi komunitas terorganisasi yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Kisah-kisah mengenai kastel ini kemudian menginspirasi karya fiksi modern. Salah satu contohnya adalah seri permainan video Assassin’s Creed, yang turut melestarikan legendanya.

4. Mampu menjaga ketahanannya selama berabad-abad

Pemandangan tempat pemberhentian di dekat Kastel Alamut. (commons.wikimedia.org/Adam Jones)

Penaklukan oleh bangsa Mongol tidak menandai akhir sejarah Kastel Alamut. Pada tahun 1275, pasukan Nizari berhasil merebut kembali benteng, namun jatuh lagi ke tangan putra Hulagu pada tahun 1282. Setelah peristiwa itu, kastel kehilangan sebagian besar peran dan kekuasaan yang dimilikinya dahulu. Di kemudian hari, pada masa Kekaisaran Safawi, Kastel Alamut difungsikan sebagai penjara bagi para tahanan politik yang diasingkan.

Sebuah studi tahun 2004 yang dipimpin oleh Hamideh Chubak menemukan tanda-tanda kerusakan lebih lanjut pada Kastel Alamut. Kerusakan tersebut dikaitkan dengan serangan oleh pasukan Safawi dan Afganistan. Peristiwa-peristiwa ini menambah panjang sejarah konflik dan kemunduran kastel. Saat ini, reruntuhannya tetap menjadi pengingat akan masa lalunya yang penuh gejolak.

5. Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Pemandangan dari Kastel Alamut. (commons.wikimedia.org/Skot)

Pada tahun 2026, UNESCO memasukkan Kastel Alamut beserta benteng-benteng terkaitnya ke dalam Daftar Warisan Dunia. Keputusan tersebut diambil dalam sidang ke-48 Komite Warisan Dunia di Busan, Korea Selatan. Penetapan ini mengakui situs tersebut sebagai bukti penting mengenai kehidupan politik, keagamaan, sosial, dan intelektual negara Nizari Ismaili dari akhir abad ke-11 hingga pertengahan abad ke-13. Situs ini menjadi entitas ke-30 milik Iran yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia.

Kastel Alamut kini menjadi bagian dari kelompok tujuh benteng di Lembah Alamut, Provinsi Qazvin, Iran. Situs-situs lainnya meliputi Kastel Lambsar, Kastel Navizar Shah, serta benteng Shams Kalayeh, Qostinlar, Shirkuh, dan Ilan. Benteng-benteng ini terletak di sepanjang Pegunungan Alborz dan dahulu membentuk sistem pertahanan bersama. Posisi mereka di puncak-puncak tinggi membantu mengawasi jalur menuju lembah serta mengendalikan akses ke wilayah tersebut.

Kastel Alamut merupakan situs penting dalam sejarah abad pertengahan Iran. Lokasinya di pegunungan serta dinding-dindingnya yang kokoh mencerminkan keahlian para pembangun Persia. Kini, reruntuhannya menuturkan kisah tentang kaum Nizari Ismaili dan benteng bersejarah mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article