Pemandangan bagian luar kubah dan menara Masjid Fittja. (commons.wikimedia.org/Holger.Ellgaard)
Pada tahun 2013, Asosiasi Budaya Islam Botkyrka meminta izin kepada pihak kepolisian untuk menyiarkan azan dari Masjid Fittja. Kasus ini ditangani oleh kepolisian karena melibatkan pemutaran audio di ruang publik. Kelompok tersebut mengajukan permohonan untuk mengumandangkan azan singkat yang berdurasi dua hingga tiga menit. Direncanakan untuk dikumandangkan satu kali dalam seminggu, alih-alih lima kali.
Pada tahun yang sama, Swedia untuk pertama kalinya mendengar kumandang azan dari sebuah menara masjid. Imam Ergin Öcgem melantunkan azan secara langsung melalui mikrofon yang terhubung ke pengeras suara di menara tersebut. Kepolisian memberikan izin yang berlaku hingga tahun 2014. Izin tersebut menetapkan bahwa pengeras suara hanya boleh diarahkan ke tiga arah tertentu dan tingkat suaranya harus dijaga agar tetap di bawah 60 desibel.
Masjid Fittja dikenal karena kubah, ubin-ubin berhias lukisan, serta menaranya yang tinggi. Desainnya menampilkan seni dan gaya bangunan khas Turki. Masjid ini melayani umat Muslim setempat dan menjadi simbol penting budaya Islam Swedia.