Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

FBI Tangkap Warga California Pengintai Putra Presiden Taiwan

2 min read
FBI Tangkap Warga California Pengintai Putra Presiden Taiwan
Ilustrasi mata-mata (magnific.com/pch.vector)
  • FBI menangkap Wanying Zhang, agen properti asal Irvine, di Bandara Internasional Los Angeles saat hendak terbang ke Shanghai pada 4 Oktober 2026.
  • Zhang diduga membuntuti putra Presiden Taiwan Lai Ching-te di Seattle, memotret rumah, merekam aktivitas keluarga, dan mencatat pelat nomor untuk dilaporkan kepada pihak China.
  • Departemen Kehakiman menuduh Zhang menjadi agen pemerintah asing tanpa pendaftaran sah; ia akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap seorang perempuan di California, Amerika Serikat, pada Minggu (4/10/2026). Penangkapan ini dilakukan atas dugaan keterlibatan tersangka dalam operasi intelijen asing yang secara khusus menyasar kerabat dekat pimpinan negara luar di wilayah AS.

Tindakan hukum tersebut berkaitan dengan pengawasan rahasia terhadap keluarga pejabat tinggi Taiwan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman mata-mata lintas negara.

  1. 1. Ditangkap di Bandara Los Angeles saat hendak kabur ke Shanghai

    potret Bandara Los Angeles, California, Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Famartin)
    potret Bandara Los Angeles, California, Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Famartin)

    Tersangka diketahui bernama Wanying Zhang alias Heather (34), warga Irvine yang berprofesi sebagai agen properti komersial di California. Petugas FBI bergerak cepat mencegat Zhang di terminal keberangkatan Bandara Internasional Los Angeles tepat sebelum ia menaiki pesawat komersial menuju Shanghai, China.

    Pihak kejaksaan memastikan penangkapan agen properti tersebut dijalankan sesuai dengan prosedur penanganan anti-intelijen tingkat nasional.

    "Wanying Zhang, alias Heather, ditangkap hari ini oleh FBI Los Angeles berdasarkan aduan pidana tingkat nasional," jelas Asisten Pertama Jaksa Amerika Serikat, Bill Essayli, dilansir Al Jazeera.

  2. 2. Membuntuti dan merekam aktivitas putra Presiden Taiwan di Seattle

    Ilustrasi spionase. (Pixabay.com/sweetlouise)
    Ilustrasi spionase. (Pixabay.com/sweetlouise)

    Dokumen dakwaan menyebutkan Zhang mulai terlibat setelah dikenalkan kepada pejabat China oleh teman sekampusnya saat berada di Kota Changsha pada Juni 2025. Ia menerima perintah khusus untuk memantau kehidupan putra Presiden Taiwan Lai Ching-te, yakni Ting-Yu Lai, yang tinggal di kawasan pinggiran Seattle.

    Pada September 2025, Zhang menyewa mobil untuk membuntuti sasaran, mengambil foto rumah, merekam kegiatan harian keluarga korban, hingga mencatat pelat nomor kendaraan mereka untuk dilaporkan melalui aplikasi pesan rahasia.

    "Jika China ingin menekan Presiden Taiwan dalam konflik apa pun, informasi lokasi, rumah, serta mobil kerabat dekatnya akan sangat berguna," ungkap Agen Khusus FBI, Kevin Holt.

  3. 3. Terancam hukuman berat atas tuduhan agen asing ilegal

    Ilustrasi spionase, hacker, mata-mata (pexels.com/Anete Lusina)
    Ilustrasi spionase, hacker, mata-mata (pexels.com/Anete Lusina)

    Departemen Kehakiman secara resmi menjerat Zhang dengan tuduhan bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa pendaftaran sah. Jaksa penuntut menyebut terdakwa sengaja berupaya menutupi seluruh kegiatannya demi menghindari pantauan aparat penegak hukum.

    "Dia tidak pernah memberi tahu Jaksa Agung bahwa dirinya bekerja untuk pemerintah asing, dan ini merupakan pelanggaran pidana tingkat nasional," tegas Bill Essayli.

    Zhang dijadwalkan segera menjalani sidang perdana di hadapan hakim pengadilan federal Los Angeles. Sementara itu, suami terdakwa, Edric Ding, yang bekerja di perusahaan properti yang sama mengaku terkejut dan belum memahami keterlibatan istrinya dalam kasus ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More