Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa Magnitudo 7 di Tibet: 339 Rumah Roboh, 16 Orang Tewas
Potret prayer flags Tibet (pexels.com/Tika Powrel)
  • Gempa magnitudo 7 di Tibet menewaskan 16 orang, melukai 65 orang, dan membuat lebih dari 12.400 warga direlokasi.

  • Sebanyak 339 rumah roboh, listrik terputus, sementara longsoran batu menghambat akses tim penyelamat di kawasan pegunungan.

  • China mengerahkan tim penyelamat, menetapkan status darurat, dan mengalokasikan dana 50 juta yuan untuk penanganan bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kurang dari dua bulan sebelumnya

Tibet dan Nepal mengalami banjir besar serta tanah longsor yang dipicu runtuhnya gletser. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang.

2023

Gempa bermagnitudo 6,2 di Provinsi Gansu, China, menewaskan lebih dari 120 orang.

Januari 2025

Personel militer, pemadam kebakaran, polisi, dan tim penyelamat khusus dikerahkan dalam hitungan jam setelah gempa kuat mengguncang wilayah Shigatse.

Kamis (22/10/2026) malam

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah pegunungan Tibet, China. Sedikitnya 16 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Jumat pagi

Tercatat 65 orang mengalami luka-luka, termasuk 11 orang dalam kondisi serius. Listrik mulai kembali menyala di sejumlah daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang Tibet, menewaskan 16 orang, melukai 65 orang, dan merobohkan 339 rumah.
  • Who?
    Warga wilayah Nagqu terdampak bencana. Pemerintah China, tim penyelamat, dan Kementerian Manajemen Darurat China menangani keadaan darurat.
  • Where?
    Gempa berpusat di Kabupaten Baqên, wilayah Nagqu, Tibet, China, sekitar 400 kilometer di sebelah timur laut Lhasa.
  • When?
    Gempa terjadi pada Kamis (22/10/2026) malam. Hingga Jumat pagi, 65 orang tercatat mengalami luka-luka.
  • Why?
    Gempa menyebabkan korban jiwa dan kerusakan karena guncangan terjadi di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 4.800 meter.
  • How?
    Otoritas menetapkan status darurat, mengerahkan tim penyelamat, merelokasi lebih dari 12.400 warga, dan mengalokasikan dana 50 juta yuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gempa besar mengguncang Tibet, China, dan membuat rumah-rumah roboh. Ada 16 orang meninggal dan 65 orang terluka. Banyak warga pergi dari rumah karena takut gempa lagi. Mereka tidur di tenda atau kendaraan saat udara sangat dingin. Tim penyelamat datang, tetapi jalan tertutup longsoran batu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan bencana segera dilakukan melalui penetapan status darurat dan pengerahan tim penyelamat. Warga terdampak juga direlokasi, sementara pemerintah China mengalokasikan dana untuk operasi penanganan. Pengalaman tim penyelamat di dataran tinggi, dukungan kelompok kerja, serta penggunaan drone menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi wilayah yang sulit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah pegunungan Tibet, China, pada Kamis (22/10/2026) malam. Sedikitnya 16 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat bencana tersebut.

Gempa berpusat di Kabupaten Baqên, wilayah Nagqu, menurut laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, yang mengutip biro manajemen darurat setempat.

Otoritas setempat telah menetapkan status darurat dan mengerahkan tim penyelamat ke wilayah terdampak. Hingga Jumat pagi waktu setempat, tercatat 65 orang mengalami luka-luka, termasuk 11 orang yang berada dalam kondisi serius.

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 12.400 orang dilaporkan telah direlokasi setelah bencana terjadi.

1. Gempa runtuhkan ratusan rumah dan putus aliran listrik

Ngari, Tibet (pexels.com/Mike M)

Gempa yang mengguncang wilayah Tibet tersebut menyebabkan 339 rumah roboh. Pasokan listrik di wilayah terdampak juga terputus, meski laporan pada Jumat pagi menyebutkan listrik mulai kembali menyala di sejumlah daerah.

Wilayah yang terdampak berada sekitar 400 kilometer di sebelah timur laut Lhasa, ibu kota Daerah Otonomi Tibet yang dikelola China. Proses evakuasi menghadapi tantangan karena gempa terjadi di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut.

Longsoran batu juga menyebabkan sejumlah jalan ditutup. Kondisi tersebut menyulitkan tim penyelamat menjangkau wilayah terdampak, terutama daerah dengan ketinggian yang ekstrem.

2. Warga mengungsi di tengah suhu di bawah nol derajat

Gunung Shishapangma di Tibet, Tiongkok. (commons.wikimedia.org/Hiroki Ogawa)

Sejumlah warga yang selamat menceritakan pengalaman mereka saat gempa mengguncang wilayah tersebut. Seorang warga Nagqu bernama Yixi Cuomu mengatakan kepada Tibet Daily, dirinya sedang tidur ketika rumahnya tiba-tiba berguncang hebat.

Menyadari telah terjadi gempa, ia bergegas keluar rumah tanpa alas kaki. Yixi menggambarkan kondisi dirinya saat menyelamatkan diri.

“Kaki saya gemetar tak terkendali,” kata Yixi, seperti dikutip BBC.

Saksi mata lainnya menggambarkan kuatnya guncangan yang dirasakan warga.

“Pada saat itu saya merasa seolah-olah beberapa ratus yak sedang berlari melewati kami,” ujar seorang saksi mata.

Warga memilih menghabiskan malam di luar rumah karena khawatir gempa susulan menyebabkan mereka terjebak di dalam bangunan. Sebagian mencari perlindungan di tenda atau kendaraan di tengah suhu yang berada di bawah nol derajat Celsius.

Media pemerintah China melaporkan lebih dari 400 gempa susulan telah tercatat sejak gempa utama terjadi.

3. China kerahkan tim penyelamat dan dana bantuan

ilustrasi bendera China (pexels.com/J.D. Books)

Perdana Menteri China Li Qiang menyerukan upaya segera untuk mengorganisasi operasi penyelamatan dan memberikan perawatan medis kepada korban luka. Li juga meminta pemerintah memastikan warga terdampak direlokasi dan mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Ia menyoroti kondisi wilayah terdampak yang berada di dataran tinggi dan rentan mengalami gempa susulan.

Kementerian Manajemen Darurat China turut mengirimkan kelompok kerja ke lokasi untuk mengarahkan operasi penyelamatan dan penanganan bencana. Pemerintah China juga mengumumkan alokasi dana sebesar 50 juta yuan atau sekitar 7,5 juta dolar AS untuk upaya penanganan bencana di Tibet.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berlarian ke jalan ketika bangunan berguncang hebat dalam kondisi gelap. Namun, BBC menyatakan video tersebut belum diverifikasi secara independen.

Wilayah Tibet memang dikenal rentan terhadap aktivitas seismik yang dapat menimbulkan kerusakan besar. Pada 2023, gempa bermagnitudo 6,2 di Provinsi Gansu, China, menewaskan lebih dari 120 orang.

Tibet dan Nepal juga mengalami banjir besar serta tanah longsor kurang dari dua bulan sebelumnya. Bencana yang dipicu runtuhnya gletser tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.

Meski menghadapi kondisi geografis yang menantang, tim penyelamat di dataran tinggi Tibet memiliki pengalaman dalam menangani bencana. Pada Januari 2025, personel militer, pemadam kebakaran, polisi, dan tim penyelamat khusus dikerahkan dalam hitungan jam setelah gempa kuat mengguncang wilayah Shigatse.

Militer China juga memiliki drone yang dapat digunakan untuk memantau kondisi wilayah terdampak dari udara. Namun, akses media asing ke Tibet masih dibatasi dan informasi di wilayah tersebut berada di bawah pengawasan ketat pemerintah China. Karena itu, media pemerintah China menjadi sumber utama informasi mengenai perkembangan bencana di kawasan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article