Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hakim AS Desak Trump Bersaksi dalam Gugatan ke BBC

4 min read
Hakim AS Desak Trump Bersaksi dalam Gugatan ke BBC
Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Hakim federal Florida memerintahkan Donald Trump bersaksi di bawah sumpah paling lambat 11 Desember 2026 dalam gugatan pencemaran nama baik senilai 10 miliar dolar AS terhadap BBC.
  • Pengadilan menegur tim Trump karena lamban menyerahkan bukti, memberi tenggat 30 hari, serta mengizinkan BBC meminta data keanggotaan dan biaya dari manajemen Mar-a-Lago.
  • Gugatan berawal dari dokumenter BBC yang menggabungkan potongan pidato Trump 6 Januari 2021; BBC meminta maaf atas kesan keliru, tetapi membantah pencemaran nama baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hakim federal Amerika Serikat (AS) di Florida, Enjoliqué Lett, memerintahkan Presiden Donald Trump untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah terkait gugatan pencemaran nama baik terhadap lembaga penyiaran publik Inggris, BBC, pada Kamis (22/10/2026).

Trump wajib memenuhi panggilan tersebut paling lambat pada 11 Desember 2026. Jika mangkir, gugatan senilai 10 miliar dolar AS (sekitar Rp180 triliun) itu terancam sanksi hingga pembatalan perkara oleh pengadilan.

Perintah ini terbit setelah tim kuasa hukum BBC mengeluhkan sikap Trump yang terus mengulur waktu pemeriksaan menjelang batas akhir masa pembuktian pada 18 Desember 2026. Trump melayangkan gugatan tersebut pada Desember 2025 karena menuding BBC telah mengedit pidatonya menjelang kerusuhan Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021. Ia menilai penyuntingan video dalam program dokumenter itu merugikan reputasinya dan melanggar aturan praktik perdagangan di Florida.

  1. 1. Trump sempat batalkan jadwal kesaksian demi kampanye politik

    Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Trump sebelumnya telah menyepakati jadwal pemberian kesaksian pada 16 Oktober 2026. Namun, ia membatalkan agenda itu dengan alasan harus mengurus masalah penting negara. Pengacara BBC, Charles Tobin, mengungkapkan di ruang sidang Miami bahwa alasan tersebut tidak sesuai kenyataan karena Trump justru menghadiri kampanye pemilu sela di Dalton, Georgia, serta acara penggalangan dana di klub pribadinya, Mar-a-Lago, Florida.

    "Dia berpartisipasi dalam politik partai dan mendukung kandidatnya dalam pemilu, serta memprioritaskan hal itu di atas kewajibannya dalam persidangan ini," kata Tobin, dilansir NBC News.

    Tim pengacara Trump sempat mengusulkan penundaan jadwal kesaksian hingga pertengahan Januari 2027 dan meminta agar sesi pemeriksaan berdurasi tujuh jam itu tidak direkam video. Hakim Lett menolak permintaan pelarangan rekaman video tersebut, tetapi membatasi akses rekaman hanya untuk para pengacara yang terlibat dalam kasus ini. Terkait perubahan jadwal, Lett menegaskan bahwa hanya hakim pengadilan distrik yang memimpin perkara ini, Jeffrey Kuntz, yang berwenang memperpanjang masa pembuktian melewati 18 Desember 2026.

  2. 2. Pengadilan tegur tim Trump yang lamban serahkan dokumen bukti

    Ilustrasi pengadilan
    Ilustrasi pengadilan. (unsplash.com/Tingey Injury Law Firm)

    Selain mewajibkan kesaksian, Hakim Lett menegur tim hukum Trump yang dinilai tidak kooperatif dalam menyerahkan dokumen internal selama tahap penemuan bukti. Tobin mengeluhkan ketimpangan proses pembuktian karena pihak penggugat belum menyerahkan dokumen yang substansial. Sejauh ini, dokumen yang diserahkan kubu Trump sebagian besar hanya diambil dari internet atau justru berasal dari materi milik BBC sendiri.

    "Sulit dipercaya bahwa pencarian menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan semua permintaan ini telah dipenuhi. Pengadilan tidak puas bahwa ada pihak yang telah melakukan pekerjaan dengan tuntas," ujar Lett kepada pengacara Trump, Alejandro Brito, dilansir The Guardian.

    Hakim memberikan waktu 30 hari bagi kubu Trump untuk menyerahkan seluruh dokumen relevan sebagai kesempatan terakhir sebelum pengadilan menjatuhkan sanksi pembatalan gugatan. Di sisi lain, Lett juga mengizinkan BBC melayangkan panggilan pengadilan kepada manajemen klub Mar-a-Lago guna memeriksa data keanggotaan dan biaya klub. Meski Brito berdalih Mar-a-Lago terpisah dari jabatan kepresidenan, hakim sepakat dengan argumen BBC bahwa operasional klub tersebut berkaitan dengan klaim kerugian profesi dan reputasi bisnis yang diajukan Trump.

  3. 3. Duduk perkara gugatan terhadap dokumenter BBC

    studio BBC di Irlandia Utara
    studio BBC di Irlandia Utara (unsplash.com/ K. Mitch Hodge)

    Perselisihan hukum ini bermula dari penayangan dokumenter BBC berjudul Trump: A Second Chance dalam program Panorama menjelang Pilpres AS 2024. Dokumenter tersebut menggabungkan dua potongan pernyataan Trump yang terpisah hampir satu jam saat berpidato di hadapan pendukungnya di Ellipse, Washington, pada 6 Januari 2021. Kubu Trump mengklaim penyuntingan berdurasi 12 detik yang tayang di Inggris itu bersifat memfitnah, menipu, dan merugikannya hingga 10 miliar dolar AS (Rp180 triliun).

    "Gugatan besar Presiden Trump ini menuntut pertanggungjawaban BBC atas pencemaran nama baik dan campur tangan pemilu yang ceroboh, sama seperti saat dia menuntut pertanggungjawaban media arus utama penyebar berita bohong lainnya atas kesalahan mereka," tutur juru bicara tim hukum pribadi Trump.

    Pihak BBC telah mengakui bahwa penggabungan potongan pidato tersebut menimbulkan kesan keliru seolah-olah Trump menyerukan aksi kekerasan secara langsung. Kontroversi penyuntingan itu telah membuat BBC menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, serta memicu pengunduran diri pimpinan tertinggi dan kepala eksekutif pemberitaan BBC pada November 2025. Kendati demikian, BBC membantah tuduhan pencemaran nama baik dan meminta pengadilan menolak gugatan tersebut karena dokumenter itu tidak pernah ditayangkan di wilayah AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More