KTT Quad Digelar di Manila, AS Perkuat Aliansi Indo-Pasifik

- AS, Jepang, India, dan Australia akan menggelar KTT Quad di Manila pada pertengahan November, bertepatan dengan rangkaian KTT ASEAN ke-49 di Filipina.
- KTT ini menjadi pertemuan pemimpin Quad pertama dalam lebih dari dua tahun, setelah agenda di India pada 2025 batal akibat ketegangan Washington-New Delhi.
- Quad akan menyoroti hasil konkret, termasuk teknologi baru, rantai pasok mineral kritis, serta ketahanan energi dan maritim, dengan persiapan menteri luar negeri pada akhir Oktober.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengonfirmasi bahwa para pemimpin AS, Jepang, India, dan Australia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dialog Keamanan Quadrilateral atau Quad di Manila, Filipina, bulan depan. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di sela-sela rangkaian konferensi ASEAN pada pertengahan November mendatang. Rubio menyatakan keempat negara telah menyepakati penyelenggaraan pertemuan tersebut.
"Kami belum memiliki tanggal pastinya, tetapi itu akan terjadi, dan kami sangat antusias tentang hal itu," ujar Rubio dalam wawancara dengan stasiun televisi India CNN-News18 pada Selasa (20/10/2026). Untuk diketahui, KTT ASEAN ke-49 dijadwalkan berlangsung pada 16-18 November di ibu kota Filipina.
Pertemuan ini menandai KTT pemimpin Quad pertama dalam lebih dari dua tahun, menyusul pertemuan terakhir pada September 2024. KTT ini berlangsung menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China, guna menghadiri forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dilansir The Japan Times.
1. Menghidupkan kembali peran strategis Quad

Kiri-kanan: PM Australia Anthony Albanese, Presiden AS Joe Biden, PM Jepang Fumio Kishida, PM India Narendra Modi, gelar pertemuan pemimpin negara QUAD di Tokyo (24/5/2022). (twitter.com/kishida230) Quad merupakan kemitraan strategis empat negara di Indo-Pasifik, yang bertujuan memperkuat kerja sama regional, termasuk dalam menghadapi pengaruh China yang semakin besar. Kelompok ini digagas pada 2007 oleh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Quad kembali aktif melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi pada pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Rencana KTT di Manila muncul setelah pertemuan serupa yang direncanakan berlangsung di India pada 2025 tidak terlaksana, di tengah ketegangan hubungan Washington-New Delhi terkait pembelian minyak Rusia oleh India.
2. Momentum sebelum pertemuan Trump dan Xi di China
Presiden China Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, pada 14 Mei 2026. (x.com/SpoxCHN_MaoNing) Pertemuan di Manila diperkirakan menjadi kesempatan bagi Washington untuk memperkuat koordinasi dengan Tokyo, Canberra, dan New Delhi sebelum Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Shenzhen. Langkah ini dibaca para analis sebagai upaya menyeimbangkan pengaruh di kawasan Asia-Pasifik.
Di sisi lain, agenda tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran mitra AS di Asia mengenai arah kebijakan luar negeri Washington dan pendekatan Trump terhadap Beijing. Sikap Trump terhadap kerja sama multilateral, serta perselisihan tarif dengan sejumlah mitra Quad turut memunculkan perhatian khusus mengenai komitmen AS terhadap kelompok tersebut. Koordinasi erat antara negara anggota menjadi tumpuan utama dalam menghadapi tantangan geopolitik yang terus berkembang.
3. Fokus pada hasil konkret dan keamanan regional

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (x.com/Secretary Marco Rubio) Rubio menegaskan bahwa keberhasilan Quad tidak cukup diukur dari frekuensi pertemuan, tetapi juga dari hasil nyata yang berdampak langsung bagi kawasan. Dalam beberapa pertemuan tingkat menteri sebelumnya, keempat negara telah menyepakati berbagai program konkret. Kerja sama tersebut mencakup sektor teknologi baru, rantai pasok mineral kritis, hingga ketahanan energi dan maritim.
Rubio juga mengatakan bahwa para menteri luar negeri Quad akan bertemu lagi pada akhir Oktober di sela-sela pertemuan diplomat top G20 di Atlanta untuk melakukan persiapan akhir bagi KTT para pemimpin, SCMP melaporkan.
Meski KTT Manila berpotensi memperkuat kembali kepercayaan terhadap Quad, keberlanjutan kelompok tersebut akan bergantung pada kemampuan anggotanya mempertahankan keselarasan strategis dan merealisasikan kesepakatan. Komitmen bersama ini memastikan bahwa kerangka kerja Quad tetap relevan dan produktif di masa mendatang.























