Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harus Bermanfaat, RI Dorong ASEAN-AS Jaga Perdamaian dan Ekonomi
Menlu Sugiono dalam ASEAN Post Ministerial Conference dengan Amerika Serikat di AMM ke-59, Manila. (Dok. Kemlu RI)
  • Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong kemitraan ASEAN-AS agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan ketahanan rantai pasok.
  • Sugiono menyoroti pentingnya memperkuat hubungan bisnis dan masyarakat, termasuk lewat U.S.-ASEAN Business Council serta kolaborasi di sektor digital yang aman dan terpercaya.
  • Dalam forum di Manila, Indonesia menegaskan komitmen pada multilateralisme, hukum internasional, serta dukungan terhadap perdamaian berkelanjutan bagi rakyat Palestina melalui dialog damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Sugiono bilang negara-negara ASEAN dan Amerika harus terus kerja sama supaya orang-orang bisa hidup lebih baik. Mereka mau jual beli barang, bikin ekonomi kuat, dan jaga laut tetap aman. Pertemuan itu diadakan di Filipina. Sekarang mereka juga mau lawan kejahatan di internet dan bantu perdamaian untuk rakyat Palestina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong agar kemitraan ASEAN dan Amerika Serikat (AS) terus diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan, terutama melalui penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan ketahanan rantai pasok.

Menurut Sugiono, hubungan ASEAN dan Amerika Serikat memiliki arti penting bagi kawasan, mengingat AS merupakan salah satu sumber investasi terbesar dan mitra dagang utama ASEAN.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) dengan Amerika Serikat di Manila, Filipina.

Sugiono mengatakan hubungan ASEAN-AS yang telah berlangsung selama puluhan tahun perlu memasuki babak baru dengan kerja sama yang lebih konkret dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

1. ASEAN-AS diminta perkuat kerja sama ekonomi

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Sugiono mengatakan, ASEAN dan Amerika Serikat akan memperingati 50 tahun kemitraan pada tahun depan. Menurutnya, hubungan tersebut terlalu penting untuk dibiarkan berada dalam ketidakpastian.

“ASEAN menawarkan konsistensi: kami adalah kawasan yang mengedepankan kerja sama, dan kerja sama akan berjalan paling baik ketika dapat diprediksi,” ujar Sugiono di Manila, Rabu (22/7/2026).

Ia mengatakan kerja sama ASEAN-AS perlu diarahkan untuk memperkuat keamanan, menjaga stabilitas maritim, serta mempertahankan kemakmuran bersama.

Menurut Sugiono, keberhasilan kemitraan kedua pihak pada akhirnya akan diukur dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi.

2. Fokus pada perdagangan, rantai pasok, dan digital

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Sugiono menyebut ASEAN memiliki sejumlah prioritas dalam hubungan dengan Amerika Serikat, mulai dari perdagangan yang stabil, rantai pasok yang tangguh, hingga akses pasar yang lebih luas. Ia menilai kerja sama ekonomi perlu diperkuat, khususnya untuk sektor barang yang memiliki peran penting dalam industri manufaktur.

Selain hubungan antarnegara, Sugiono juga mendorong peningkatan hubungan masyarakat dan pelaku usaha melalui berbagai platform kerja sama.

“Hubungan yang lebih erat antarmasyarakat dan hubungan bisnis yang lebih kuat tetap menjadi kunci, termasuk melalui U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ASEAN-U.S. Center di sektor-sektor strategis seperti ekonomi digital,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi, Sugiono juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan digital yang aman dan terpercaya. Ia menyoroti meningkatnya penipuan daring dan kejahatan berbasis siber lintas negara yang membutuhkan penanganan bersama.

3. Indonesia tekankan multilateralisme dan isu Palestina

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menekankan pentingnya ketahanan kawasan yang tidak hanya berfokus pada respons terhadap krisis, tetapi juga pencegahan dan pengelolaan konflik. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan komitmen terhadap prinsip multilateralisme dan hukum internasional.

Sugiono menegaskan prinsip tersebut harus diterapkan secara konsisten, termasuk dalam menyikapi situasi di Timur Tengah. “Upaya kolektif kita menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina tidak boleh goyah,” ujar Sugiono.

Ia juga mendorong agar negara-negara terus mendukung deeskalasi dan penyelesaian konflik secara damai melalui dialog yang tulus.

Sugiono menambahkan semangat dialog dan kerja sama praktis menjadi kekuatan utama ASEAN selama beberapa dekade terakhir. “Semangat itulah yang membawa kawasan ini selama puluhan tahun. Itulah makna sebenarnya dari sentralitas ASEAN yang tetap menjadi kekuatan bersama kita,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article