Jakarta, IDN Times - Tempat pemungutan suara di Israel resmi ditutup pada Selasa (27/10/2026) malam dalam pemilu parlemen pertama sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023, di tengah partisipasi pemilih yang memecahkan rekor. Pemenang kontestasi ini diprediksi baru akan diketahui berminggu-minggu hingga berbulan-bulan ke depan. Sebab, penentuannya sangat bergantung pada proses panjang pembentukan koalisi pemerintahan.
Pemilu kali ini dinilai sebagai pertarungan paling menentukan dalam beberapa dekade bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia bersaing ketat dengan Jenderal Purnawirawan Gadi Eisenkot. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, dinamika politik yang kompleks membuat penentuan pemimpin baru tidak bisa dilakukan secara instan dalam semalam.
