Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tampil Perdana Usai Operasi, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Yaman

3 min read
Tampil Perdana Usai Operasi, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Yaman
Paus Leo XIV (commons.m.wikimedia.org/Edgar Beltrán)
  • Paus Leo XIV tampil perdana usai operasi kanker paru-paru dan menyerukan penghentian segera kekerasan di Yaman dari Vatikan pada 25 Oktober 2026.
  • Ia menyoroti krisis kemanusiaan di Taiz, Yaman, tempat blokade menghambat pangan, air bersih, bahan bakar, obat-obatan, serta bantuan internasional bagi warga sipil.
  • Paus menjalani pengangkatan bagian bawah paru-paru kanan pada 13 Oktober setelah diagnosis adenokarsinoma; dokter menyatakan tumor belum menyebar dan pemulihannya berjalan lancar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Paus Leo XIV menyerukan penghentian segera aksi kekerasan di Yaman saat menyapa umat dari jendela Istana Apostolik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (25/10/2026). Seruan perdamaian ini disampaikan kurang dari dua pekan setelah pemimpin tertinggi Gereja Katolik berusia 71 tahun itu menjalani operasi pengangkatan kanker paru-paru.

Dalam pesannya, Paus menyoroti krisis kemanusiaan parah yang menimpa warga sipil di wilayah barat daya Yaman. Kehadiran ini sekaligus menjadi penampilan resmi perdananya di depan umum usai menjalani perawatan medis penting sejak awal masa kepemimpinannya.

  1. 1. Seruan Paus Leo XIV untuk menghentikan pertempuran di Yaman

    Paus Leo XIV bersiap menjalani operasi paru-paru dalam perawatan medis, berdasarkan keterangan AFP.
    Paus Leo XIV saat hendak menjalani operasi paru-paru (AFP/Tiziana Fabi)

    Dengan suara lantang dari jendela Istana Apostolik, Paus Leo XIV meminta semua pihak yang bertikai segera menghentikan pertempuran bersenjata di Yaman. Seruan moral ini dinilai penting untuk meredakan ketegangan militer yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.

    "Saya menyampaikan seruan tulus agar permusuhan segera dihentikan, sehingga masyarakat di Yaman dan seluruh kawasan dapat hidup dengan damai," tegas Paus Leo XIV di hadapan ribuan peziarah, dilansir Vatican News.

    Pertempuran di Yaman kembali pecah setelah berakhirnya kesepakatan gencatan senjata yang telah bertahan selama bertahun-tahun antara kelompok Houthi dan pemerintah resmi Yaman. Dalam kesempatan yang sama, Paus juga mendoakan para korban yang tewas dan terluka akibat serangan bersenjata terhadap jemaat Gereja Ortodoks di Yordania.

  2. 2. Krisis pangan dan layanan medis bagi warga sipil di Kota Taiz

    Potret Paus Leo XIV dalam dokumentasi AFP karya fotografer Tiziana Fabi, sesuai keterangan yang menyertai foto.
    Paus Leo XIV. (AFP/Tiziana Fabi)

    Perhatian utama Paus tertuju pada kondisi warga di Kota Taiz, wilayah penting di barat daya Yaman yang lama terdampak konflik bersenjata. Blokade di sekitar wilayah pertempuran telah memutus jalur pengiriman barang dan menghambat penyaluran bahan pokok bagi jutaan penduduk setempat.

    Krisis di Taiz makin parah akibat terbatasnya akses warga terhadap air bersih serta kelangkaan bahan bakar yang melumpuhkan fasilitas publik. Selain itu, layanan kesehatan darurat di kota tersebut terus kekurangan pasokan obat-obatan penting karena terhambatnya jalur bantuan kemanusiaan internasional.

  3. 3. Pemulihan kondisi kesehatan Paus Leo XIV usai operasi kanker paru-paru

    Paus Leo XIV.
    Paus Leo XIV. (Congressman Michael McCaul (R-Texas), Public domain, via Wikimedia Commons)

    Kemunculan Paus Leo XIV di depan publik turut menjawab kekhawatiran masyarakat dunia atas kondisi kesehatannya. Ia tampak berjalan sendiri menuju jendela tanpa alat bantu, lalu tersenyum dan melambaikan tangan kepada ribuan umat yang menyambutnya di lapangan.

    Sebelumnya, dari jendela yang sama pada 11 Oktober 2026, Paus mengumumkan rencana operasi pengangkatan benjolan kecil di paru-parunya. Dua hari kemudian, tepatnya pada 13 Oktober 2026, ia menjalani operasi pengangkatan bagian bawah paru-paru kanannya setelah didiagnosis menderita adenokarsinoma atau kanker paru-paru.

    Tim dokter menyatakan bahwa Paus Leo XIV tidak memerlukan pengobatan lanjutan seperti kemoterapi karena sel tumor tersebut belum menyebar ke organ tubuh lain. Saat ini, proses pemulihan kesehatannya dilaporkan berjalan lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More