Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menilai, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kerja sama kawasan untuk menghadapi ketidakpastian global yang semakin meningkat, terutama setelah konflik dan ketegangan di Timur Tengah memengaruhi pasokan energi dunia.
Menurut Hassan, salah satu pelajaran dari konflik yang melibatkan Iran dan kawasan Teluk adalah pentingnya membangun ketahanan energi dan pangan secara kolektif. Ia mengatakan, gangguan terhadap distribusi minyak, gas, hingga pupuk dapat berdampak pada banyak sektor, termasuk pasokan listrik.
Pernyataan itu disampaikan Hassan saat menanggapi perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berlangsung di Swiss. Negosiasi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang diteken kedua negara pada 18 Juni lalu, dengan Pakistan dan Qatar berperan sebagai mediator.
Kesepakatan sementara itu memuat sejumlah poin, antara lain pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian konflik di berbagai lini, pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap, serta komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir. Meski demikian, implementasi kesepakatan masih akan dibahas lebih lanjut dalam waktu 60 hari.
