Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Heboh Medsos PM Malaysia Pakai Lagu No Na, Warganet: Udah Siap Belum?
Unggahan media sosial PM Malaysia Anwar Ibrahim pakai lagu No Na bikin heboh. (Dok. Instagram @anwaribrahim_my)
  • Unggahan foto Anwar Ibrahim di Kampung Sulir jadi viral karena memakai lagu Roller Blade dari grup No Na, memicu reaksi ramai warganet Malaysia dan Indonesia.
  • Kunjungan Anwar ke Johor bertujuan menghadiri program masyarakat seperti 'Jom! Makan Durian' sekaligus memperkenalkan calon Pakatan Harapan untuk pemilu negara bagian Johor.
  • Pemilu negara bagian Johor dan Negeri Sembilan dianggap sebagai ujian awal bagi kepemimpinan Anwar Ibrahim serta arah koalisi Pemerintahan Persatuan menjelang pemilu nasional mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim baru saja mengunggah foto saat berjumpa penduduk Kampung Sulir, sebuah wilayah di Segamat, Johor, Malaysia. Layaknya foto pemimpin yang blusukan, Anwar Ibrahim terlihat berfoto bersama warga.

Namun, jagat media heboh bukan karena fotonya, melainkan karena lagu yang dipilih sebagai latar foto tersebut. Adalah lagu yang sedang hype, yakni Roller Blade milik girlgrup kebanggaan Indonesia, No Na.

Sontak saja kolom komentarnya dipenuhi percakapan para GenZ, tak hanya dari Malaysia, tetapi juga dari Indonesia.

1. Menarik perhatian Gen Z Malaysia dan Indonesia

no na dalam musik video "rollerblade" (dok. 88rising/rollerblade)

Lagu Roller Blade ini memang sedang viral di media sosial. Terlebih pada lirik ‘udah siap belum?’ yang juga menjadi ramai diperbincangkan.

Lagu unik dengan bahasa yang bercampur antara Bahasa Inggris dan Indonesia ini terdengar sangat menarik, terlebih dengan adanya musik-musik tradisional di dalamnya.

Salah satu komentar dari akun @adibxxxx mengatakan, “Vibing la Datuk Seri. Ini baru Gen Z. Sudah siap belom?

Komentar lainnya menyebutkan, “Astaga lagu dia, teringin nak jumpa sapa yang handle acc pmx ini.

“Mantap lagunya No Na, terima kasih banyak, Pak. Sehat-sehat selalu,” lanjut komentar lainnya.

2. Blusukan untuk kampanye

potret Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (flickr.com/Chatham House via commons.wikimedia.org/Chatham House)

Kunjungan PM Anwar Ibrahim ke Johor dalam rangka menghadiri dua program di Segamat.

Dikutip dari Malay Mail, Kamis (25/6/2026), kunjungan dilakukan beberapa hari setelah ia mengumumkan calon Pakatan Harapan untuk pemilihan umum negara bagian Johor ke-16 di Bukit Gambir, Tangkak pada Senin.

Ia juga menghadiri program “Jom! Makan Durian” bersama masyarakat setempat. Ini terlihat dari keterangan unggahan fotonya yang bertuliskan, “Sempat singgah ke Kampung Sulir di Segamat jumpa penduduk setempat. Juga sempat jalan-jalan makan durian di Taman Yayasan sebelum pulang.”

3. Pemilu negara bagian jadi pertarungan bagi Anwar Ibrahim

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, (26/10/2025). (dok. Setpres)

Situasi politik Malaysia mulai memanas. Pemilihan umum Negeri Jiran baru akan dilaksanakan pada Februari 2028, tetapi pemilihan umum untuk majelis negara bagian Johor pada 11 Juli dan Negeri Sembilan pada 1 Agustus, dapat memberikan indikasi awal tentang nasib pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Pemilu di kedua negara bagian tersebut dengan cepat berkembang menjadi lebih dari sekadar referendum awal yang tidak disengaja tentang kepemimpinan Anwar dan koalisi Pakatan Harapan (PH) yang memimpin Pemerintahan Persatuan.

Pemilu tersebut juga diharapkan memberikan gambaran awal tentang penataan ulang politik yang masih dalam proses di antara tiga partai politik etnis Melayu Malaysia.

Channel News Asia memberitakan, jika penataan ulang baru ini mendapatkan dukungan publik, dampaknya akan menyebar jauh melampaui kedua negara bagian tersebut, dengan konsekuensi serius bagi Anwar dan Pemerintahan Persatuan yang sedang menghadapi berbagai masalah.

Pemilu negara bagian dapat menentukan apakah Anwar akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai perdana menteri penuh sejak menjabat pada November 2022, atau ia mungkin terpaksa menyerukan pemilihan umum dini di luar kendalinya.

Editorial Team

Related Article