Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)
  • Wall Street Journal melaporkan Houthi meminta kompensasi 51 miliar dolar AS atau Rp924 triliun kepada Arab Saudi sebagai syarat damai, termasuk pengakuan pemerintahan sah.
  • Permintaan tersebut dinilai menjadi beban finansial besar bagi Riyadh dan berpotensi menghambat negosiasi perdamaian, meski Arab Saudi dilaporkan masih membahasnya dengan Houthi.
  • Jurnalis Yaman Hussain Albukhaiti membantah laporan itu, menyatakan kompensasi ditujukan kepada sekutu Saudi untuk pemulihan ekonomi Yaman serta menuntut penarikan pasukan Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dikabarkan telah meminta dana kompensasi sebesar 51 miliar dolar Amerika Serikat (AS)
atau Rp924 triliun ke Arab Saudi. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh seorang sumber anonim kepada Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (5/11/2026).

Sumber itu mengatakan, kompensasi tadi merupakan bagian dari persyaratan damai yang diberikan Houthi ke Arab Saudi dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Selain meminta kompensasi, Houthi dikabarkan juga meminta pengakuan dari Riyadh sebagai pemerintahan yang sah.

1. Kompensasi Houthi akan jadi tantangan finansial bagi Arab Saudi

ilustrasi tantangan finansial (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dalam laporannya, WSJ menyebut permintaan kompensasi dari Houthi tadi akan menjadi tantangan finansial bagi Arab Saudi. Sebab, jumlahnya dinilai terlalu besar. Riyadh juga belum tentu mau memenuhi permintaan tersebut sebagai syarat damai.

Oleh karena itu, WSJ menyebut permintaan ini juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi damai antara Houthi dan Arab Saudi. Sebab, jika Riyadh ogah memenuhi permintaan Houthi, negosiasi berpotensi berakhir nihil sehingga kesepakatan damai gagal diraih. Kendati demikian, Arab Saudi dikabarkan masih berdiskusi lagi dengan Houthi soal kompensasi tersebut.

2. Jurnalis Yaman sebut laporan WSJ hoaks

ilustrasi kabar hoaks (unsplash.com/Hartono Creative Studio)

Laporan WSJ soal permintaan kompensasi dari Houthi tadi langsung direspons oleh seorang jurnalis Yaman yang berbasis di Sanaa, Hussain Albukhaiti. Menurutnya, laporan tersebut hoaks. Sebab, ia mengatakan bahwa informasi yang diterima WSJ hanyalah karangan Arab Saudi saja.

Menurut Albukhaiti, Arab Saudi sengaja menyebarkan berita burung ke media internasional bahwa Houthi telah menagih kompensasi miliaran dolar kepada mereka. Sebab, Riyadh ingin menjelek-jelekan Houthi dengan membentuk citra mereka sebagai "Milisi yang hanya mengejar uang".

"Semua laporan itu palsu," jelas Albukhaiti kepada The New Arab.

3. Houthi meminta kompensasi ke sekutu Arab Saudi

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)

Menurut Albukhaiti, Houthi memang telah meminta kompensasi. Namun, permintaan itu tidak ditujukan ke Arab Saudi, tetapi ke negara-negara sekutunya. Albukhaiti mengatakan bahwa Houhti sudah mengirim permintaan tersebut secara langsung dan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, ia tidak menjelaskan negara sekutu mana yang dimaksud.

Albukhaiti menambahkan, Houthi meminta kompensasi untuk memulihkan kondisi ekonomi Yaman akibat perang saudara. Sebab, akibat perang ini, Pemerintah Yaman yang kini sebagian dikuasai Houthi mengalami kerugian sebesar 1,13 triliun dolar AS atau Rp20 kuadriliun.

Lebih lanjut, Albukhaiti juga membantah bahwa Houthi telah meminta pengakuan terhadap Arab Saudi. Hal sebenarnya yang diminta Houthi adalah penarikan seluruh pasukan Arab Saudi dari wilayah Yaman. Sebab, militer Riyadh sudah berada di Yaman sejak 2015 untuk membantu mereka memerangi Houthi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article