Militer Yaman menambahkan, dalam perang tersebut, pihaknya juga berhasil merusak sejumlah kendaraan militer milik Houthi. Kendaraan militer tersebut diserang dari udara menggunakan jet tempur saat sedang berkumpul di area perang. Militer Yaman mengatakan, serangan ini merupakan bagian dari upaya intensif untuk memperlemah kekuatan tempur Houthi dan merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sebelumnya sempat dikuasai milisi tersebut.
30 Pasukan Houthi Tewas dalam Bentrokan dengan Militer Yaman

- Militer Yaman melaporkan 30 pasukan Houthi tewas dan lebih dari 60 terluka dalam bentrokan 24 jam di Al-Waziyah, Taiz barat, pada 17 September 2026.
- Militer Yaman juga merusak kendaraan Houthi lewat serangan udara serta menyerang jalur logistik di Mocha, yang dikuasai Houthi sejak 10 September dan memicu pengungsian warga ke Aden.
- Konflik Yaman-Houthi kembali intens meski gencatan senjata 2022 pernah berlaku; Houthi juga berkonflik dengan Arab Saudi, dengan serangan drone di Taif menewaskan lima orang termasuk tiga anak.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 30 pasukan Houthi dikabarkan tewas dalam bentrokan selama 24 jam dengan militer Yaman di Distrik Al-Waziyah, Provinsi Taiz barat, Yaman, pada Kamis (17/9/2026) kemarin. Sementara itu, lebih dari 60 lainnya terluka. Kabar tersebut disampaikan oleh militer Yaman pada Jumat (18/9/2026).
1. Yaman juga menyerang Houthi di Kota Mocha

potret Kota Mocha, Yaman (commons.wikimedia.org/tower10) Sebelumnya, militer Yaman juga telah menyerang Houthi di Kota Mocha. Serangan tersebut ditujukan ke jalur pasokan logistik dan titik kumpul pasukan Houthi. Namun, Yaman tidak menjelaskan apakah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa atau tidak.
Kota Mocha sendiri saat ini sudah dikuasai oleh Houthi. Mereka berhasil mengambil alih Mocha dari tangan Yaman pada 10 September lalu. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Yaman yang tinggal di kota tersebut kini terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang aman dari Houthi. Mereka semua dikabarkan mengungsi ke Aden, sebuah kota yang ada di Yaman selatan.
2. Perang antara Yaman dan Houthi makin intens

ilustrasi perang antara Yaman melawan Houthi (unsplash.com/Saifee Art) Dalam beberapa pekan terakhir, perang antara Yaman dan Houthi semakin intens. Padahal, keduanya sudah pernah menyepakati gencatan senjata pada April 2022 silam. Saat itu, gencatan senjata tersebut mengakhiri perang saudara antara Yaman dan Houthi yang meletus sejak 2014.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perang antara Yaman dan Houthi akan kembali berakhir. Sebab, kedua pihak kini masih saling serang. Apalagi, beberapa waktu lalu, Houthi melalui Juru Bicaranya, Yahya Saree, mengatakan akan membalas setiap serangan yang dilakukan Yaman.
3. Houthi saat ini juga sedang berperang dengan Arab Saudi

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran) Selain dengan Yaman, Houthi kini juga sedang berperang dengan Arab Saudi. Bentrokan kedua pihak sudah terjadi sejak Juli lalu dan makin intens dalam beberapa pekan terakhir. Terbaru, Arab Saudi dan Yaman terlibat adu serangan pada Kamis. Kala itu, Houthi meluncurkan serangan drone ke salah satu wilayah di Arab Saudi, Taif.
Dilansir Al Jazeera, drone yang ditembakkan Houthi sebetulnya berhasil ditembak jatuh oleh pasukan militer Arab Saudi. Sayangnya, sejumlah drone lainnya berhasil mengenai target serangan. Akibatnya, 5 orang, termasuk 3 anak-anak dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















