Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, pada Senin (2/11/2026), mengaku akan meminta pendapat dari negara-negara bekas jajahan mengenai perbudakan. Langkah ini untuk mempermudah proses perumusan permintaan maaf.
Pernyataan ini diumumkan menjelang KTT Persemakmuran di Antigua dan Barbuda. Pihak Inggris mengaku sejumlah negara anggota Persemakmuran Inggris menanggapi positif rencana permintaan maaf mengenai kejahatan perdagangan budak transatlantik.