Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Vokal Bela Palestina, Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris

3 min read
Vokal Bela Palestina, Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris
Bendera Swedia (unsplash.com/NFT CAR GIRL)
  • Otoritas perbatasan Inggris melarang akademisi Swedia Andreas Malm masuk pada 30 Oktober 2026, sehingga ia batal menghadiri sejumlah diskusi publik di London.
  • Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan keberadaan Malm tidak membawa kebaikan bagi publik tanpa membeberkan alasan rinci; Malm membantah keterkaitan dengan organisasi terlarang.
  • Pencekalan Malm, yang vokal membela Palestina dan mengkritik operasi militer Israel, memicu kecaman pegiat budaya serta penyelenggara acara; ia mengajukan permohonan pembatalan keputusan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Otoritas perbatasan Inggris melarang akademisi lingkungan asal Swedia, Andreas Malm, memasuki wilayah mereka pada Jumat (30/10/2026). Akibat penolakan tersebut, pengajar di Universitas Lund ini dipastikan batal menghadiri sejumlah agenda diskusi publik di London.

Keputusan pemerintah Inggris ini langsung menuai sorotan luas dari kalangan akademisi dan pegiat kebebasan berekspresi internasional. Langkah tersebut dinilai memperketat aturan keimigrasian sekaligus mempersempit ruang kebebasan berpendapat bagi para peneliti di kancah global.

  1. 1. Alasan pencekalan Andreas Malm oleh pemerintah Inggris

    Andreas Malm menerima pemberitahuan tertulis dari pihak imigrasi Inggris sesaat sebelum jadwal keberangkatannya. Namun, Kementerian Dalam Negeri Inggris tidak memberikan rincian alasan yang jelas kepada publik terkait dasar penolakan masuk bagi akademisi tersebut.

    "Saya menerima surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menyatakan bahwa keberadaan saya di Inggris dinilai tidak membawa kebaikan bagi publik, tanpa ada penjelasan lebih lanjut," ungkap Malm dalam sebuah siaran radio, dilansir The Guardian.

    Pemerintah Inggris memilih berpegang pada kebijakan standar untuk tidak mengomentari kasus perorangan. Menanggapi keputusan itu, Malm menyayangkan langkah penolakan tersebut lantaran dirinya telah puluhan tahun rutin melakukan penelitian serta mengajar di sejumlah universitas terkemuka seperti Cambridge dan Oxford.

  2. 2. Agenda diskusi publik Andreas Malm di London

    Keputusan pencekalan ini diduga kuat berkaitan dengan rencana kehadiran Malm dalam agenda diskusi publik yang diselenggarakan oleh majalah Tribune di London pada Rabu pekan depan. Dalam forum tersebut, ia dijadwalkan menjadi pembicara bersama Huda Ammori, salah satu pendiri gerakan Palestine Action, bertepatan dengan dimulainya uji materi terkait status hukum kelompok tersebut di Mahkamah Agung Inggris.

    Pada acara itu, Malm sedianya mengulas eskalasi konflik di Timur Tengah serta menyempitnya ruang kebebasan berekspresi bagi warga. Menanggapi berbagai tudingan yang beredar, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan kerja, tidak pernah mempromosikan, tidak mendukung secara terbuka, maupun menyalurkan donasi kepada organisasi terlarang mana pun.

  3. 3. Gelombang kecaman atas pencekalan akademisi kritis

    Sebagai penulis buku How to Blow Up a Pipeline, Malm selama ini dikenal vokal membela hak-hak warga Palestina serta mengkritik operasi militer Israel. Terkait pandangan yang pernah disampaikannya mengenai peristiwa 7 Oktober, Malm mengakui bahwa rekam jejak pernyataan politiknya kemungkinan turut memengaruhi penilaian petugas perbatasan.

    Kasus ini menambah panjang daftar tindakan tegas otoritas Inggris terhadap figur publik mancanegara yang bersuara kritis mengenai konflik Timur Tengah. Kebijakan tersebut memicu penolakan dari kalangan pegiat budaya, termasuk penulis ternama Sally Rooney yang menghentikan penjualan bukunya di Inggris sebagai bentuk solidaritas.

    Pihak penyelenggara acara turut mengecam pencekalan ini sebagai bentuk penyensoran terhadap akademisi yang bersikap kritis, sementara Malm kini telah resmi mengajukan permohonan agar pemerintah Inggris membatalkan keputusan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More