Jakarta, IDN Times – Pemerintah Irak menggelar operasi antikorupsi besar-besaran yang berujung pada penangkapan puluhan pejabat tinggi negara. Langkah yang digagas Perdana Menteri (PM) Ali al-Zaidi ini dilakukan menjelang rencana kunjungan dinasnya ke Washington, Amerika Serikat (AS), bulan depan. Operasi tersebut ditujukan untuk menunjukkan komitmen pemerintahan baru Irak dalam memberantas korupsi sekaligus memperkuat kendali negara atas kepemilikan senjata.
Dilansir The Hindu, operasi yang dijalankan oleh Dinas Kontra Terorisme bersama Unit Operasi Khusus ini dimulai sejak Minggu (28/6/2026) dengan menggerebek Zona Hijau Baghdad. Kawasan dengan pengamanan ketat tersebut merupakan lokasi Kedutaan Besar AS, misi diplomatik, pusat pemerintahan, serta hunian pejabat tinggi. Wilayah operasi kemudian diperluas hingga ke Provinsi Wasit, Kirkuk, dan Anbar pada Senin (29/6/2026).
