Jakarta, IDN Times - Iran menegaskan akan tetap menutup Selat Hormuz sampai perang dengan Amerika Serikat dan Israel usai. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (10/3/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan tidak akan membiarkan negara-negara Timur Tengah untuk mengekspor minyak lewat Selat Hormuz. Para pengamat menilai tindakan ini akan membuat harga minyak global semakin melambung.
“Kami tidak akan membiarkan 1 liter minyak pun dari Timur Tengah untuk diekspor melalui Selat Hormuz,” bunyi pernyataan IRGC, seperti dilansir The Strait Times.
