Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Kecam Serangan AS di Tengah Negosiasi: Ini Pelanggaran Berat!
potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)
  • Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas pengawasan pantai, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap nota kesepahaman perdamaian antara kedua negara.
  • Serangan AS terjadi di tengah negosiasi lanjutan dengan Iran yang membahas penghentian program nuklir, serangan Israel di Lebanon, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Sebagai respons atas situasi tersebut, Korps Garda Revolusi Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel ke Lebanon yang melanggar kesepakatan damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengecam serangan Amerika Serikat di tengah negosiasi lanjutan yang sedang berlangsung. Iran mengatakan, serangan tersebut merupakan pelanggaran berat yang tidak bisa dibiarkan. Negara Islam Syiah itu juga menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan damai yang sudah disepakati kedua negara. 

“Serangan brutal ini, yang menargetkan fasilitas pengawasan pantai Iran, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap nota kesepahaman untuk mengakhiri perang,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (27/6/2026).

1. AS menyerang situs penyimpanan rudal dan drone milik Iran

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Sebelumnya, AS melakukan serangan ke situs penyimpanan rudal dan drone yang dimiliki Iran pada Jumat (26/6/2026). Serangan tersebut dilakukan karena Iran menyerang kapal kargo yang sedang berlayar di Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, menilai aksi tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran.

“Republik Islam Iran (telah) meluncurkan setidaknya empat pesawat tidak berawak serang satu arah ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kami menembak jatuh tiga drone lainnya,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Jumat, seperti dikutip Jerusalem Post.    

2. Serangan dilakukan di tengah negosiasi lanjutan

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Serangan itu dilakukan AS di tengah negosiasi lanjutan dengan Iran. Sebab, saat ini, AS dan Iran sedang melakukan negosiasi lanjutan soal hal-hal yang berkaitan dengan perdamaian. Kedua negara sepakat melakukan negosiasi tersebut selama 60 hari ke depan.

Sebetulnya, AS dan Iran sudah menyepakati perdamaian pada 14 Juni. Kendati sudah berdamai, kedua negara kini masih melanjutkan negosiasi soal penghentian program senjata nuklir, penghentian serangan Israel di Lebanon, dan pembukaan Selat Hormuz. 

3. Iran kembali menutup Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Beberapa waktu lalu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai protes karena Israel tetap menyerang Lebanon. Padahal, kesepakatan damai antara AS dan Iran juga melibatkan Israel dan Lebanon. Artinya, selain AS dan Iran, penghentian perang juga melibatkan Israel dan Lebanon. 

Serangan terakhir Israel di Lebanon terjadi pada Rabu (24/6/2026) lalu. Kala itu, pasukan pertahanan Israel (IDF) menyerang Distrik Nabatieh, salah satu distrik yang ada di Lebanon selatan. Dilansir Al Jazeera, serangan tersebut telah menewaskan setidaknya dua orang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article