Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (27/9/2026) menyatakan negaranya siap menghadapi perang besar melawan Amerika Serikat (AS), tetapi tetap membuka jalan diplomasi untuk mencapai perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Araghchi, Iran tak melihat alasan untuk kembali ke jalur diplomasi, tetapi ia tetap berusaha menempuhnya karena setiap kesempatan menuju perdamaian dinilai tak boleh dilewatkan.
“Kami siap bernegosiasi sama seperti kami siap menghadapi setiap tantangan … Kami berdiri teguh dalam menghadapi setiap agresi terhadap kami, bahkan jika itu sampai pada perang doomsday [perang kiamat],” kata Araghchi, dikutip CNBC.
Ia juga menyatakan Iran telah menyiapkan diri sepenuhnya jika konflik kembali pecah setelah pemilihan sela AS pada November atas perintah Presiden AS Donald Trump. Ia menyampaikan kesiapan tersebut sebagai bagian dari sikap Iran menghadapi kemungkinan berlanjutnya konflik.
