Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Tuduh Ukraina Serang Kapal Komersialnya di Laut Kaspia
ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Ian Taylor)
  • Iran menuduh militer Ukraina menyerang kapal komersialnya di Laut Kaspia pada 25 Juli 2026, menewaskan satu pelaut dan melukai satu lainnya.
  • Teheran memanggil perwakilan Ukraina, meminta respons Dewan Keamanan PBB, serta memperingatkan serangan terhadap warga dan aset komersial Iran tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
  • Zelenskyy mengakui serangan jarak jauh Ukraina menarget kapal Rusia dan kargo bermuatan militer; ia juga menuduh Rusia berbagi data satelit kepada Iran untuk serangan di Timur Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menuduh militer Ukraina menyerang kapal komersial milik Iran di Laut Kaspia. Serangan tersebut memicu ledakan yang menewaskan satu pelaut dan melukai satu pelaut lainnya pada Sabtu (25/7/2026). Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar hukum internasional.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membenarkan bahwa pasukannya telah meluncurkan serangan jarak jauh di wilayah perairan tersebut. Pihak Kiev menegaskan sasaran mereka adalah kapal perang Rusia serta kapal kargo yang mengangkut muatan militer terkait Iran.

1. Iran protes dan panggil diplomat Ukraina

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Chatham House, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan di Laut Kaspia tersebut sebagai aksi kriminal. Sebagai bentuk protes, Direktur Jenderal Eurasia Kementerian Luar Negeri Iran Manouchehr Moradi memanggil perwakilan diplomatik Ukraina di Teheran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendiskusikan insiden ini melalui telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas. Araghchi menilai tindakan Kiev tersebut berisiko memperluas eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina.

"Kami meminta respons tegas dari Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional agar pelaku tindakan kriminal ini dimintai pertanggungjawaban," kata Araghchi, dilansir Al Jazeera.

Pemerintah Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak pernah ikut campur dalam perang di Ukraina. Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap warga maupun aset komersial mereka tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

2. Rekam jejak serangan militer Ukraina di Laut Kaspia

tentara Ukraina memegang drone Punisher (Maxim Subotin, CC0, via Wikimedia Commons)

Sebelumnya, Ukraina juga pernah meluncurkan serangan ke Laut Kaspia. Pada Agustus 2025, pasukan Ukraina menghantam kapal kargo berbendera Rusia Port Olya-4 di pelabuhan Olya, wilayah Astrakhan. Kapal tersebut dituduh membawa amunisi dan komponen drone tempur buatan Iran.

Empat bulan setelah insiden tersebut, pasukan khusus Ukraina kembali meluncurkan serangan di lepas pantai wilayah Kalmykia, Rusia. Dalam operasi tersebut, dua kapal yakni Kompozitor Rakhmaninov dan Askar-Sarydzha menjadi sasaran serangan.

Kedua kapal yang terkena sanksi internasional itu diketahui kerap mengangkut senjata dan peralatan militer. Pihak Ukraina menganggap koridor Laut Kaspia sebagai jalur pasokan vital yang harus dilumpuhkan.

3. Ukraina tuduh Rusia bantu Iran serang pangkalan militer AS

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Di sisi lain, Zelenskyy balik melontarkan tuduhan baru terkait kerja sama militer Moskow dan Teheran. Ia mengklaim Rusia membagikan hasil pemantauan satelit militer kepada Iran untuk memandu serangan di Timur Tengah.

Menurut data intelijen Kiev, satelit Rusia memantau empat pangkalan udara militer di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada 19 dan 20 Juli. Data citra satelit tersebut diduga diserahkan kepada Iran untuk mengarahkan serangan dan menilai kerusakan.

"Saya akan memerintahkan intelijen kami untuk membagikan data mengenai bantuan baru Rusia kepada rezim Iran kepada para mitra kami," ujar Zelenskyy, dilansir Iran International.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article