Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. (www.esercito.difesa.it, CC BY 2.5 , via Wikimedia Commons)
Pemerintah Lebanon sebenarnya telah berkomitmen untuk melucuti senjata kelompok Hizbullah di wilayah selatan Sungai Litani sebagai bagian dari rencana nasional. Militer Lebanon baru saja mengumumkan bahwa fase pertama rencana tersebut telah selesai dilaksanakan guna memenuhi tuntutan internasional.
Namun, Israel menganggap langkah tersebut belum cukup. Tel Aviv menuntut pembongkaran total infrastruktur militer Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon, bukan hanya di perbatasan selatan.
“Gencatan senjata menyatakan dengan jelas bahwa Hizbullah harus dilucuti sepenuhnya. Upaya yang dilakukan pemerintah Lebanon dan angkatan bersenjata adalah awal yang baik, tetapi masih jauh dari cukup,” kata kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilansir France24.
Hizbullah sendiri menolak menyerahkan senjata mereka sepenuhnya kepada pemerintah pusat di Beirut. Mereka menilai persenjataan tersebut diperlukan untuk pertahanan diri mengingat Israel terus melakukan pelanggaran wilayah dan serangan udara.
Sementara itu, militer Israel dilaporkan telah menyelesaikan persiapan untuk potensi serangan skala besar jika upaya diplomatik gagal. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya kembali perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.