Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kekerasan Melonjak di Komunitas Arab Israel, 3 Orang Tewas Ditembak

ilustrasi serangan penembakan
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
Intinya sih...
  • Aparat keamanan dituding tidak becus atasi masalah keamanan di komunitas Arab Israel
  • Seorang mahasiswa ditembak di kota lainnya pada hari yang sama
  • 255 warga Arab di Israel tewas sepanjang 2025
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tiga pria tewas ditembak di sebuah bengkel konstruksi di kota Shefa-Amr, Israel, pada Rabu (7/1/2026). Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di komunitas Arab di Israel, memicu kemarahan publik atas lambannya tindakan polisi dalam memberantas kejahatan.

Dilansir The New Arab, para korban diidentifikasi sebagai Kamel Hijarat, Yasser Hijarat, dan Khaled Ghadeer, dengan masing-masing berusia 55, 52, dan 62 tahun. Menurut temuan awal, salah satu pria ditembak saat sedang duduk di dalam mobil di luar bengkel, sementara dua lainnya dibunuh di lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan tentang tiga pria yang terluka dalam sebuah insiden kekerasan. Setibanya di lokasi, kami menemukan tiga pria tidak sadarkan diri tergeletak di tanah, tanpa denyut nadi dan tanpa pernapasan, dengan luka tembak. Pemeriksaan medis memastikan mereka meninggal di tempat kejadian," kata petugas dari layanan medis Israel, Magen David Adom.

1. Aparat keamanan dituding tidak becus atasi masalah keamanan di komunitas Arab Israel

Polisi mengatakan, mereka telah meluncurkan pencarian terhadap tersangka dan menyebut motif pembunuhan itu berkaitan dengan perselisihan kriminal. Keluarga korban sempat bentrok dengan polisi di lokasi kejadian. Mereka menuduh pihak berwenang gagal memberikan keamanan dan membiarkan kejahatan merajalela di komunitas Arab di Israel.

Menanggapi pembunuhan tersebut, dewan lokal Bir al-Maksur, kampung halaman para korban, mengumumkan masa berkabung dan pemogokan umum selama 3 hari di seluruh lembaga desa. Mereka menuntut pihak berwenang mengambil tindakan tegas untuk mengatasi kejahatan terorganisir, mengidentifikasi para tersangka dan membawa mereka ke pengadilan.

2. Seorang mahasiswa ditembak di kota lainnya pada hari yang sama

Selang beberapa jam kemudian, penembakan fatal lainnya dilaporkan terjadi di kota Badui, Ar'ara al-Naqab. Mahmoud Jasser Abu Arar, seorang mahasiswa kedokteran berusia 20 tahun, ditembak sehari setelah kepulangannya dari Georgia, tempat ia menempuh pendidikan. Ia sempat dilarikan ke Pusat Medis Soroka di Beersheba, tapi kemudian meninggal akibat luka yang dideritanya.

Polisi mengatakan, mereka menduga pembunuhan tersebut terkait dengan perselisihan keluarga. Pasukan keamanan dalam jumlah besar telah dikerahkan ke wilayah tersebut, dan 10 orang ditangkap sehubungan dengan insiden itu.

3. 255 warga Arab di Israel tewas sepanjang 2025

Dilansir dari Ynet, kekerasan di komunitas Arab Israel mencapai rekor tertinggi pada 2025, dengan 255 orang tewas sepanjang tahun itu. Memasuki awal 2026, pola serupa kembali berlanjut.

Pada Selasa (6/1/2026), Presiden Israel, Isaac Herzog, menyebut maraknya kejahatan yang menimpa komunitas Arab sebagai tantangan nasional. Ia mengatakan bahwa akar permasalahan tersebut dipicu oleh ketimpangan sosial.

"Kenyataan ini bukanlah takdir yang tak terelakkan. Ini adalah misi nasional yang mendesak untuk memperkuat penegakan hukum, membongkar organisasi kriminal, serta mengembalikan hak warga—baik di masyarakat Arab maupun masyarakat Israel secara keseluruhan—untuk hidup dengan aman," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Dapur MBG Wajib Sertifikasi, Wamenkes: Yang Belum Layak Harus Perbaiki

09 Jan 2026, 13:56 WIBNews