Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Sebut Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung
potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)
  • Intelijen Israel melaporkan bahwa Iran memindahkan ribuan sentrifugal nuklir ke fasilitas bawah tanah di Gunung Pickaxe sejak Juni 2025 untuk melindungi program nuklirnya.
  • Laporan tersebut telah disampaikan Israel kepada Amerika Serikat, dan Presiden Donald Trump menyebut Gunung Pickaxe sebagai target potensial serangan berikutnya.
  • Sejak perang Februari lalu, AS dan Israel telah menghancurkan banyak fasilitas nuklir Iran guna mencegah kelanjutan pengembangan senjata nuklir negara tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Israel menyebut Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal nuklirnya ke wilayah gunung. Kabar tersebut termuat dalam laporan investigasi yang disampaikan oleh otoritas intelijen Israel kepada Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (20/7/2026). 

Intelijen Israel mengungkapkan, Iran sudah memindahkan ribuan sentrifugal nuklirnya ke Gunung Pickaxe sejak Juni 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Iran untuk menyembunyikan sentrifugal nuklirnya ke tempat aman agar program pengembangan senjata nuklir mereka bisa tetap berlanjut. 

1. Sentrifugal nuklir Iran dipindahkan ke fasilitas bawah tanah di Gunung Pickaxe

potret sentrifugal nuklir (flickr.com/NRCgov via commons.wikimedia.org/Nuclear Regulatory Commission)

Menurut intelijen Israel, Iran memindahkan sentrifugal nuklirnya ke fasilitas bawah tanah yang ada di Gunung Pickaxe. Fasilitas ini dinilai lebih aman daripada fasilitas nuklir Natanz, tempat Iran sebelumnya menyimpan ribuan sentrifugal nuklirnya. Sebab, fasilitas nuklir Natanz sempat menjadi target serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Juni 2025 lalu. Sementara itu, fasilitas bawah tanah di Gunung Pickaxe sama sekali tidak menjadi target serangan AS dan Israel. 

Menurut laporan CNN, salah satu foto satelit yang mereka dapatkan menunjukkan ada aktivitas yang cukup masif di fasilitas nuklir Natanz. Sebab, ada banyak truk yang berlalu lalang di sekitar lokasi tersebut. CNN menyebut aktivitas itu menandakan bahwa Iran sedang membangun kembali fasilitas nuklir Natanz untuk memuluskan pengembangan senjata nuklir mereka. Sebab, fasilitas tersebut mengalami kerusakan yang cukup masif akibat serangan AS dan Israel tahun lalu. 

2. Intelijen Israel sudah melaporkan temuannya ke AS

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Saat ini, intelijen Israel sudah melaporkan semua temuannya soal pemindahan sentrifugal nuklir Iran ke Gunung Pickaxe ke AS. Setelah ini, AS kemungkinan akan melakukan serangan ke gunung tersebut. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, pada pekan lalu mengatakan pihaknya kemungkinan akan menyerang Gunung Pickaxe untuk membasmi semua fasilitas nuklir Iran yang ada di sana.

"Pickaxe adalah target potensial untuk tembakan besar yang tepat di dekat pintu depan. Kami tidak melihat aktivitas apa pun di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan dengan baik. Kami mungkin akan segera memberi Pickaxe kesempatan," kata Trump, seperti dilansir Times of Israel.

3. AS dan Israel sudah menghancurkan banyak fasilitas nuklir Iran

potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )

Sebagai informasi, sentrifugal nuklir adalah alat yang berbentuk tabung panjang. Alat ini digunakan untuk memurnikan uranium agar bisa dijadikan bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) atau bahan baku bom nuklir. Fasilitas ini sangat penting bagi negara yang punya PLTN atau yang berniat mengembangkan senjata nuklir, seperti Iran.

Sejak perang meletus pada 28 Februari lalu, AS dan Israel sudah banyak menghancurkan fasilitas nuklir milik Iran, termasuk sentrifugal nuklir. Langkah ini dilakukan karena Washington dan Tel Aviv tidak mau Iran melanjutkan pengembangan senjata nuklirnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article