Jakarta, IDN Times - Aparat keamanan Israel dilaporkan menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina . Langkah tersebut dibahas dalam diskusi keamanan internal sebagai strategi menjadikan jenazah sebagai alat tawar-menawar jika ada warga Israel yang disandera di masa depan.
Menurut laporan harian Haaretz pada Senin (10/8/2026), kebijakan penahanan ini tetap didukung oleh Kepala Shin Bet David Zini dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), meskipun saat ini tidak ada lagi warga Israel yang ditawan oleh Hamas. Namun, langkah ini memicu penolakan dari penasihat hukum Shin Bet yang mempertanyakan legalitas penahanan tersebut.
