Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Tawar-Menawar
Warga Palestina ramai-ramai membawa jenazah korban konflik saat pemakaman. (unsplash.com/Abed Odwan)
  • Israel dilaporkan menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina sebagai alat tawar untuk kemungkinan penyanderaan warga Israel di masa depan, meski Hamas tidak lagi menahan tawanan Israel.
  • Kepala Shin Bet David Zini dan IDF mendukung kebijakan tersebut, tetapi penasihat hukum Shin Bet mempertanyakan legalitas penahanan jenazah warga sipil yang tidak terlibat pertempuran.
  • Sekitar 1.500 jenazah dari Gaza sebelumnya dilaporkan disimpan di fasilitas Sde Teiman; IDF menolak berkomentar dan Kabinet Keamanan belum memutuskan pengembalian jenazah sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aparat keamanan Israel dilaporkan menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina . Langkah tersebut dibahas dalam diskusi keamanan internal sebagai strategi menjadikan jenazah sebagai alat tawar-menawar jika ada warga Israel yang disandera di masa depan.

Menurut laporan harian Haaretz pada Senin (10/8/2026), kebijakan penahanan ini tetap didukung oleh Kepala Shin Bet David Zini dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), meskipun saat ini tidak ada lagi warga Israel yang ditawan oleh Hamas. Namun, langkah ini memicu penolakan dari penasihat hukum Shin Bet yang mempertanyakan legalitas penahanan tersebut.

1. Alasan keamanan Israel dan penahanan jenazah tanpa tawanan

ilustrasi tentara (pexels.com/Pixabay)

Dilansir Times of Israel, Kepala Dinas Keamanan Shin Bet David Zini dan jajaran tentara Israel (IDF) mendukung kebijakan untuk tetap menahan jasad warga Palestina. Pihak keamanan Israel menilai jenazah tersebut dapat menjadi posisi tawar jika terjadi kasus penangkapan atau hilangnya warga Israel di masa mendatang.

Kebijakan ini menjadi perdebatan di internal Israel karena Hamas saat ini sudah tidak lagi memegang tawanan asal Israel. Meski demikian, jajaran pimpinan keamanan Israel menilai penyimpanan jenazah ini perlu dipertahankan sebagai langkah antisipasi situasi darurat mendatang.

2. Sebagian jenazah merupakan warga sipil yang tidak terlibat pertempuran

ilustrasi warga Palestina (pexels.com/Hosny salah)

Dilansir Anadolu Agency, mayoritas raga yang ditahan merupakan warga Palestina yang tewas saat melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023 maupun dalam pertempuran setelahnya. Namun, hasil peninjauan menunjukkan terdapat beberapa jenazah milik warga yang tidak terlibat dalam aksi pertempuran tersebut.

Temuan ini memicu penolakan dari penasihat hukum Shin Bet. Sumber hukum yang dikutip Haaretz menegaskan bahwa negara tidak memiliki dasar wewenang hukum untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat serangan, kecuali jika Kabinet Keamanan Israel secara resmi menetapkan kebijakan khusus terkait hal tersebut.

3. Penumpukan jenazah di fasilitas Sde Teiman perkeruh situasi

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Thắng-Nhật Trần)

Penahanan jenazah warga Palestina oleh aparat Israel telah lama mendapat penentangan dari kelompok HAM dan lembaga lokal. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Palestinian National Campaign for the Retrieval of Martyrs' Bodies melaporkan bahwa sekitar 1.500 jenazah warga Palestina asal Gaza ditahan di fasilitas militer Sde Teiman di Israel selatan .

Kini, diskusi keamanan internal Israel mengonfirmasi bahwa total jenazah warga Palestina yang ditahan mencapai sekitar 1.700 orang. Ketika dikonfirmasi oleh media mengenai temuan penahanan ribuan jenazah ini, pihak juru bicara IDF menolak memberikan komentar.

Isu pengembalian jenazah sebelumnya sempat menjadi bagian dari proses kesepakatan pertukaran antara kedua pihak dalam beberapa tahapan konflik. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Kabinet Keamanan Israel terkait apakah jenazah warga Palestina yang tidak terlibat pertempuran tersebut akan dikembalikan ke pihak keluarga atau tetap ditahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article