Jakarta, IDN Times - Tim penyelamat harus menghadapi tantangan berat dalam upaya mencari dan menyelamatkan korban banjir di perbatasan Nepal dan China. Kondisi pascabanjir, gangguan komunikasi, pemadaman listrik dan keterbatasan sumber daya menyulitkan operasi tersebut
Sejauh ini, sedikitnya 389 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.300 lainnya hilang akibat banjir bandang yang dipicu oleh runtuhnya gletser tersebut. Setengah dari korban jiwa merupakan warga negara asing.
Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, mengatakan bahwa sebagian besar akses jalan menuju wilayah terdampak telah hancur, dengan jalan-jalan dipenuhi lumpur dan puing-puing.
“Kami terpaksa menggunakan seluruh sarana transportasi udara untuk menjangkau mereka, tetapi kami juga memiliki tim di lapangan yang berjuang untuk mencapai lokasi. Medan yang harus mereka lalui saat ini sangat, sangat sulit untuk dilewati,” kata Fletcher kepada CNN.
