ilustrasi dolar AS (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Menurut Bloomberg, Partai Republik bersama super PAC kongresnya dan MAGA Inc telah menghimpun dana sebesar 2,1 miliar dolar AS (setara Rp38,1 triliun). Sementara itu, komite-komite yang berafiliasi dengan Partai Demokrat mengumpulkan 1,4 miliar dolar AS (setara Rp25,4 triliun), sedangkan Donald Trump pada September mengungkapkan rencana mengalokasikan 400 juta hingga 500 juta dolar AS (setara Rp7,27 triliun hingga Rp9,08 triliun) dari MAGA Inc untuk membantu Partai Republik.
Trump menjelaskan bahwa dana tersebut berada dalam kendalinya.
“Ini adalah uang dari MAGA Inc. Ini adalah uang yang saya kendalikan,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Di kubu lain, Michael Bloomberg, mantan Wali Kota New York sekaligus pendiri dan pemilik mayoritas Bloomberg LP, telah menyumbangkan 52,6 juta dolar AS (setara Rp956 miliar) hingga Selasa (21/10/2026). Berdasarkan laporan The New York Times (NYT), Bloomberg berencana menghabiskan total 80 juta dolar AS (setara Rp1,45 triliun) sepanjang September dan Oktober.
Laporan NYT juga mencatat bahwa Musk telah menyumbangkan 158 juta dolar AS (setara Rp2,87 triliun) kepada Dana Kepemimpinan Senat (SLF) dan 74 juta dolar AS (setara Rp1,34 triliun) kepada America PAC, yang aktif di berbagai persaingan legislatif. Sebelumnya, ia menggelontorkan 366 juta dolar AS (setara Rp6,65 triliun) pada siklus pemilu 2024–2025, termasuk 290 juta dolar AS (setara Rp5,27 triliun) pada 2024 untuk mendukung kemenangan Trump.
Cable News Network (CNN) melaporkan bahwa pengeluaran politik Musk telah melampaui George Soros dan Bloomberg, dua penyumbang yang mendukung kubu kiri. Penulis politik nasional CNN, Fredreka Schouten, turut menyoroti besarnya aliran dana dari kelompok konservatif untuk membantu Partai Republik pada musim gugur ini, setelah kandidat Demokrat sempat unggul atas lawan mereka sepanjang tahun.