Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keluarga WNA Korban Hilang Banjir Nepal Harapkan Keajaiban
ilustrasi orang berduka (unsplash.com/Rosie Sun)
  • Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet membuat sekitar 3 ribu orang, termasuk 41 warga Australia, hilang; keluarga Michael Keats terus berharap kabar setelah ia berada di pusat imigrasi saat bencana.
  • Keats, instruktur luar ruang asal New South Wales, berada di Nepal untuk ziarah spiritual ke Gunung Kailash. Keluarganya menggelar penghormatan dan berdoa sambil menanti kepastian nasibnya.
  • Bencana dipicu runtuhnya gletser Himalaya dari ketinggian sekitar 5.200 meter, menghancurkan permukiman. Nepal melaporkan 734 tewas, 2.498 hilang, dan 8.186 orang diselamatkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sekitar 3 ribu orang, termasuk ratusan warga negara asing (WNA), masih dinyatakan hilang dalam banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8/2026). Keluarga hingga kini terus menantikan kabar dari mereka sembari bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Keluarga Michael Keats, salah satu dari 41 warga Australia yang hilang di Nepal, mengatakan bahwa mereka terus berdoa memohon keajaiban. Mereka awalnya mengira Keats berada jauh dari lokasi bencana, tetapi kemudian mengetahui bahwa ia dan rombongan perjalanannya berada di pusat imigrasi di perbatasan Nepal-Tibet saat tragedi tersebut terjadi.

“Kami berdoa agar keajaiban terjadi untuk Michael kami yang tercinta. Dia adalah jiwa yang sangat baik. Dia sosok yang lembut dan baik hati, dengan cahaya unik yang menyentuh setiap orang yang beruntung bisa mengenalnya," kata keluarga Keats, dikutip The West Australian.

1. Keats pergi ke Nepal untuk melakukan perjalanan spiritual

bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)

Keats adalah seorang instruktur kegiatan luar ruang dari negara bagian New South Wales (NSW). Saudara perempuannya, Karen Hayley, mengatakan bahwa Keats melakukan perjalanan ke Nepal sebagai bagian dari ziarah spiritual ke Gunung Kailash.

"Meski hati kami menanggung beban yang tak tertahankan karena tidak mengetahui keberadaannya, kami tetap berpegang pada harapan dan berdoa agar keajaiban terjadi," tulis Hayley di Instagram. Ia menggambarkan Keats sebagai sosok pencari, petualang dan pribadi dengan jiwa yang luar biasa indah.

Dalam unggahan terpisah, ia mengatakan bahwa bahwa keluarganya telah berkumpul di tempat favorit Keats di wilayah selatan Sydney. Sebuah foto memperlihatkan keluarga tersebut menggelar acara penghormatan dengan memajang foto-foto Keats dan menyalakan lilin.

2. 41 warga Australia termasuk dari sekitar 3 ribu orang yang dinyatakan hilang

ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

Dari 41 warga Australia yang hilang, 22 di antaranya merupakan peserta dari tiga rombongan pendakian yang berbeda. Sebanyak 14 orang melakukan perjalanan bersama perusahaan tur berbasis di Amerika Serikat (AS), Himalayan Glacier Adventures. Sebagian besar warga Australia yang berada di wilayah tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan untuk ziarah keagamaan.

Dilansir dari BBC, hampir 20 ribu aparat keamanan telah dikerahkan dalam misi penyelamatan di perbatasan Nepal-Tibet. Otoritas Nepal menyebutkan bahwa sedikitnya 734 orang tewas, 2.498 lainnya masih hilang, sementara 8.186 orang berhasil diselamatkan.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa sedikitnya 16 orang tewas di Tibet dan 546 lainnya masih hilang.

3. Banjir dipicu oleh runtuhnya gletser di pegunungan Himalaya

ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

Saat ini, puluhan korban selamat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tribhuvan di Kathmandu. Dinding-dinding rumah sakit dipenuhi foto orang-orang yang meninggal dunia dan masih hilang, sementara lebih dari 60 orang berkumpul untuk menunggu kabar tentang keluarga dan orang-orang yang terkasih mereka.

Resham Tamang, 28 tahun, mengatakan bahwa dirinya setiap hari datang ke rumah sakit untuk mencari lima teman dan kerabatnya yang bekerja di Rasuwa, salah satu distrik yang terdampak parah oleh bencana tersebut.

“Harapannya sudah tidak banyak. Sudah 4 hari dan tidak ada kabar sama sekali,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa panggilan teleponnya ke wilayah tersebut tidak dapat tersambung.

Banjir bandang itu terjadi pada Rabu pagi setelah sebagian gletser runtuh dari ketinggian sekitar 5.200 meter (m) di pegunungan Himalaya. Peristiwa itu menyebabkan es, lumpur, bebatuan, dan aliran air deras menerjang sebuah lembah di Nepal hingga menghancurkan seluruh permukiman yang dilaluinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article