Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

WHO Sumbang Rp2,6 M Bantu Tangani Banjir Nepal

WHO Sumbang Rp2,6 M Bantu Tangani Banjir Nepal
logo WHO (pixabay.com/Miguel A. Padrnan )
  • WHO mencairkan 150 ribu dolar AS atau Rp2,6 miliar dari dana darurat SEARHEF untuk mendukung penanganan dan pemulihan banjir di perbatasan Nepal-Tibet.
  • Sebelumnya, WHO mengirim masker, sarung tangan, pembersih tangan, dan tenda pengungsian; pasokan medis tersebut dapat melayani hampir 10 ribu orang selama tiga bulan.
  • Pemerintah AS menyumbang lebih dari 3,6 juta dolar AS serta pangan darurat bagi hingga 10 ribu rumah tangga, di tengah kedatangan bantuan internasional lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan pihaknya telah mencairkan dana sebesar 150 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp2,6 miliar untuk membantu penanganan banjir di perbatasan Nepal dan Tibet, China. Kabar itu disampaikan WHO lewat laman resminya pada Minggu (30/8/2026). 

Dalam pernyataannya, WHO menjelaskan, dana tersebut diperoleh dari program Dana Darurat Kesehatan Regional Asia Tenggara (SEARHEF). Itu merupakan program untuk mengatasi situasi darurat yang disebabkan oleh wabah, pandemi, atau bencana di Kawasan Asia Tenggara. Namun, berdasarkan perjanjian pada 2008, Nepal juga berhak menerima bantuan itu meski tidak terletak di Asia Tenggara. 

  1. 1. WHO berkomitmen untuk membantu penanganan banjir di Nepal

    Banjir lumpur.
    ilustrasi banjir lumpur (pexels.com/Павел Хлыстунов)

    WHO menambahkan, bantuan ini menjadi bentuk solidaritas mereka terhadap Nepal. Organisasi tersebut berjanji akan memberi bantuan penuh untuk membantu penanganan dan pemulihan pascabanjir yang terjadi pada 26 Agustus tersebut. 

    “Dana darurat ini akan mendukung prioritas respons langsung. WHO berkomitmen untuk mendukung Nepal melalui upaya respons dan pemulihan,” kata Dr. Nilesh Buddha, Pejabat Sementara Kantor Regional WHO cabang Asia Tenggara.

  2. 2. WHO sebelumnya sudah mengirim bantuan berupa pasokan medis dan tenda

    Obat-obatan di rumah sakit.
    ilustrasi pasokan medis (unsplash.com/Arpad Czapp)

    Sebelumnya, WHO sudah lebih dahulu mengirim bantuan ke Nepal berupa pasokan medis, termasuk masker bedah, sarung tangan medis, dan pembersih tangan yang menggunakan antiseptik. Semua bantuan tersebut langsung dikirim tidak lama setelah banjir menerjang perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus lalu. Sebab, banyak juga korban bencana di sana yang butuh bantuan medis.

    WHO mengatakan, pasokan medis yang telah mereka kirim ke Nepal pekan lalu bisa digunakan oleh hampir 10 ribu orang selama tiga bulan penuh. Selain mengirim bantuan medis, WHO juga mengatakan pihaknya telah mengirim banyak tenda pengungsian untuk para korban yang selamat.  

  3. 3. AS juga menyumbang bantuan uang tunai untuk penanganan banjir di Nepal

    Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Robert So)

    Selain WHO, Pemerintah AS pada Sabtu (29/8/2026) kemarin juga sudah menyumbang bantuan berupa uang tunai sebesar 3,6 juta dolar AS atau Rp64 miliar untuk membantu pemulihan banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet. Selain uang, Washington juga menyumbang bantuan makanan untuk 10 ribu keluarga di Nepal yang terdampak bencana.  

    "Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Nepal dengan memberikan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari 3,6 juta dolar AS, termasuk bantuan pangan darurat hingga tiga bulan untuk hingga 10.000 rumah tangga yang terkena dampak banjir," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS dalam sebuah unggahan di media sosial X.

    Saat ini, bantuan kemanusiaan internasional untuk korban banjir di perbatasan Nepal dan Tibet mulai berdatangan. Bantuan itu terdiri dari makanan, pasokan medis, hingga bantuan pasukan penyelamat untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More