Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia memastikan empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang berada di kapal MT Honour 25 dalam kondisi sehat setelah kapal tersebut dibajak di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Hingga kini, proses negosiasi pembebasan para awak kapal masih terus berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama perwakilan RI di luar negeri disebut terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menangani kasus tersebut. Pemerintah juga memastikan kebutuhan logistik para kru tetap terpenuhi selama masa penyanderaan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Mulachela, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan sambil mengupayakan langkah perlindungan terbaik bagi warga negara Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan,” kata Nabyl dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Selain fokus pada proses negosiasi, pemerintah juga melakukan pendekatan kepada keluarga para ABK di Indonesia untuk memastikan komunikasi dan pendampingan tetap berjalan selama proses penanganan kasus berlangsung.
